suplemenGKI.com

MENJADI MURID YANG SIAP DIUTUS

Setelah mengutus dua belas murid (9:1-6), YESUS mengutus tujuh puluh murid. Ia menasihati mereka dengan  perkataan yang sama kepada kedua belas murid.

  1. Ayat 1    : Mengapa para murid diutus pergi berdua-berdua?
  2. Ayat 2-3: Ke manakah para murid diutus? Bagaimanakah kondisi medan pelayanan yang dituju para murid?
  3. Ayat 4 -12: Apa nasihat atau pesan-pesan yang diberikan oleh YESUS kepada para murid yang diutus?
  4. Mencermati isi pesan tersebut, menurut Saudara bagaimanakah situasi dan kondisi para murid dalam melaksanakan tugas perutusan itu?

Renungan

Tujuh puluh murid diutus oleh YESUS  untuk melakukan tugas misioner. Mereka diutus berdua-berdua agar dapat memberikan kesaksian yang dapat dianggap sebagai kesaksian resmi tentang YESUS dan Kerajaan ALLAH. (bdk Matius 18:16). Pengutusan ini adalah bagian dari pergumulan akan kebutuhan banyaknya pekerja di masa panen. YESUS memberikan ilustrasi masa panen untuk menggambarkan kerinduan banyak manusia akan keselamatan sejati. Untuk mengumpulkan tuaian di masa panen, diperlukan pekerja-pekerja yang ditunjuk dan dikirim oleh TUHAN. Hal ini antara lain dinyatakan dengan melibatkan para murid secara aktif dalam karya pengutusan. Dan YESUS juga meminta mereka untuk berdoa agar tersedia lebih banyak pekerja lagi.

Sekalipun 70 murid itu ditunjuk dan dikirim atau diutus langsung oleh TUHAN YESUS, namun  mereka tetap harus menjalani kehidupan yang tidak mudah karena mereka harus pergi ke  tengah- tengah kumpulan serigala yang kelaparan yang  dapat mengacaukan pekerjaan mereka.  Ini adalah misi yang sulit. Mereka harus mengadakan perjalanan  dengan tidak membawa banyak bekal dan barang. Mereka menempuh medan pelayanan yang sulit. Mereka harus sungguh-sungguh  bergantung pada TUHAN, bukan pada kekuatan dan kemampuan diri apalagi harta benda. Mereka harus fokus pada tugas perutusannya. Mereka harus yakin akan tugas panggilannya. Mereka tidak boleh membuang-buang waktu dengan memberi salam yang panjang-panjang. Ini menunjukkan betapa mendesaknya tugas yang harus segera mereka kerjakan.  Mereka diminta menerima tawaran penginapan yang disodorkan kepada mereka sebagai upah mereka tapi dilarang mencari tempat yang lebih baik dengan berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Pesan yang harus mereka sampaikan adalah” Kerajaan ALLAH sudah tiba!” (sudah dekat). Tanda-tanda kehadiran Kerajaan ALLAH itu adalah karya penyembuhan yang mereka lakukan.

Manakala kehadiran dan pesan mereka tidak diterima, maka mereka diminta mengucapkan peringatan tentang hukum ALLAH. Ada akibat besar bagi yang menutup telinga dan hati terhadap pewartaan Kerajaan ALLAH. Dalam hal ini seolah-olah YESUS menyindir kota-kota  yang menolak pemberitaan-Nya dan memberitahukan tentang nasib mereka pada hari penghakiman.

Di jaman ini juga masih dibutuhkan banyak pekerja yang mau diutus dan dikirim oleh TUHAN untuk menyatakan tanda-tanda kehadiran Kerajaan ALLAH di dunia. Siapkah Saudara diutus oleh TUHAN? Siapkah Saudara menjalani kehidupan seorang utusan dengan segala resikonya?

Siap diutus TUHAN berarti siap hidup bergantung pada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*