suplemenGKI.com

Kolose 3:5-11

 

Ciri-ciri manusia baru

 

Pengantar:
Salah satu cara termudah untuk mengenal sesuatu apakah orang, hewan atau benda adalah melalui ciri-cirinya. Ciri atau kekhasannya itulah pula yang membedakannya dengan yang lain. Setahun yang lalu saya mempunyai seekor ayam jantan. Kokokannya sangat indah dan khas. Tidak lama kemudian beberapa tentangga juga memiliki ayam-ayam jantan. Setiap pagi ayam-ayam jantan selalu berkokok secara bersaut-sautan. Suatu hari saya pulang dari luar kota dan baru masuk komplek perumahan sekitar pukul 04.30 pagi, dari jauh sayup-sayup terdengar bunyi ayam berkokok secara bersuat-sautan, tetapi dengan segera saya bisa mengenali suara ayam saya, karena kekhasannya itu, yaitu suaranya tenor murni he he he. Nah, dari mana orang bisa mengenal kita sebagai anak-anak Tuhan? 

Pemahaman:

  1. Apa yang menjadi ciri-ciri atau kekhasan manusia baru menurut Kol 3 ini?
  2. Bagaimana supaya ciri atau kekhasan manusia baru dapat dipertahankan?
  3. Apakah kehidupan kita sudah mencirikan manusia baru yang dapat dibedakan dengan manusia lama? 

Manusia baru mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:  

a)      Segala hal yang bersifat duniawi telah dimatikan (v. 5) Apa saja hal-hal duniawi itu: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan dan segala hal yang berbau penyembahan berhala. Tentu daftar ini belum mewakili semua hal yang bersifat keduniawian, namun daftar itu menunjukan hal-2 yang lazim menjadi ciri manusia lama. Itu semua harus dimatikan, artinya tidak boleh bergaul lagi dengan manusia baru.

b)      Membuang segala hal yang duniawi tadi. Kata buanglah: menunjukkan pemahaman bahwa semua itu tidak perlu ada atau tidak perlu disimpan lagi oleh manusia baru.

c)      Jangan lagi saling mendustai. Artinya manusia baru itu identik dengan terang yang selalu menghalau kegelapan. Segala ucapan, perbuatan dan sikapnya memancarkan terang yang menghalau kegelapan. Memancarkan kebenaran sesuai dengan karakteristik Kristus.

Manusia baru merupakan hasil dari karya Kristus yang telah mati dan bangkit bagi umat-Nya. Maka untuk menjaga agar ciri manusia baru itu tetap eksis, adalah hidup kita selalu harus berada di dalam Kristus. Hidup yang mencirikan manusia baru adalah selalu mengenakan karakteristik Kristus dalam segala aspeknya.

Refleksi:
Coba renungkan sejenak, apakah ciri manusia baru dalam Kristus itu telah kita tampakkan dalam segala aspek hidup kita, ataukah kita masih terus menampilkan manusia lama? Berserulah kepada Kristus, karena kuasa penebusan-Nya masih menantikan kita.

Tekad:
Tuhan, aku ingin senantiasa menampilkan ciri manusia baru agar karakteristik-Mu melalui hidupku dirasakan dan dialami oleh sesamaku baik dalam perkataan, sikap dan perbuatanku.

Tindakan:
Mulai saat ini aku mau menerapkan ciri-ciri hidup sebagai manusia baru, dalam setiap aspek hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*