suplemenGKI.com

Tersisih Namun Dipermuliakan

Matius 21:28-32

 

Pengantar
Status sosial seseorang mempengaruhi keberadaan orang tersebut di tengah-tengah masyarakat. Kalau seseorang memiliki jabatan atau kaya-raya maka akan banyak orang yang menghargainya bahkan mengaguminya. Namun sebaliknyakalau orang tersebut dianggap sebagai orang tak berguna,maka ia atau mereka diremehkan atau disisihkan dari masyarakatnya. Apa yang Yesus ingin katakan tentang perumpamaan ini?

Pemahaman

Ay 28-30, Perumpamaan apakah ini?

Ay 31, Apa yang Yesus ingin katakan kepada orang banyak?

Ay 32, Apa yang Yesus katakan tentang kebenaran?

Yesus memberikan perumpamaan dengan meminta respon dari pendengarnya. Ada pemilik kebun anggur yang mempunyai dua anak laki-laki. Pemilik kebun anggur ini ingin anak-anaknya juga bekerja di kebun anggurnya, maka ia menyuruh kedua anaknya bekerja di kebun anggurnya tersebut. Namun tanggapan dan tindakan dari kedua anaknya ini berbeda-beda. Anak yang sulung menyatakan kepada bapanya bahwa ia akan pergi kekebun anggurnya, namun ia tidak pergi ke kebun anggurnya. Sedangkan anak yang kedua, menyatakan tidak mau pergi ke kebun anggurnya, namun akhirnya ia menyesal dan ia pergi ke kebun anggurnya sesuai dengan harapan bapanya.

Yesus bertanya kepada mereka, siapa diantara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya? Mereka semua menjawab:”yang terakhir”. Lalu Yesus mengatakan:” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk dalam Kerajaan Allah. Mengapa Yesus sampai mengatakan hal yang demikian? Allah senantiasa ingin menyapa umatNya,dan membawa umatNya kepada jalan yang benar. Maka Allah mengutus para nabi untuk mengingatkan, menegur dan mengarahkan umatNya ke jalan yang benar, termasuk mengutus Yohanes. Namun sangat disayangkan sekali umat yang di lawat oleh Allah tidak memahami hal ini, bahkan menolak utusan Tuhan.

Umat atau bangsa Israel menganggap bahwa keadaan/status sosial mereka sudah baik bahkan menganggap sudah benar, maka tidak membutuhkan lagi nabi yang menasihati mereka, sehingga mereka bertindak sewenang-wenang terhadap nabinya sendiri.

Sebagian mereka mencitrakan diri sebagai kaum rohaniawan, bahkan mereka mampu memberikan status sosial yang rendah kepada perempuan-perempuan sundal dan pemungut-pemungut cukai yang dianggap sebagai orang-orang yang berdosa.

Yesus melalui perumpamaan tersebut ingin mengatakan bahwa anak sulung adalah mereka-mereka yang menganggap dirinya rohani dan yang menolakuntuk percaya kepada berita para nabi. Sedangkan anak kedua adalah orang-orang yang dianggap masyarakat sebagai orang berdosa namun mau menyesali dosanya dan percayakepada berita para nabi. Mereka yang tersisih justru dipermuliakan ketika mereka bertobat dalam hidupnya.

Refleksi
Renungkanlah: Kapan kita menjadi orang yang sulit ditegur dan dinasihati oleh orang lain? Mengapa itu bisa terjadi?

Tekadku
Ya Tuhan, ajarkan aku mau menerima teguran dari orang lain supaya aku semakin dapat menjalani hidup ini sesuai dengan kehendakMu.

Tindakanku
Hari ini saya akan menerima nasihat dari orang lain, sebagai bentuk introspeksi diri saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«