suplemenGKI.com

Sabtu, 29 Juni 2019.

28/06/2019

Bacaan : Lukas 9 :  51 – 56

Thema :  Mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

PENGANTAR.
Bagaimanakah sikap kita terhadap orang yang menolak keberadaan kita, karena kita Kristen ? atau sikap kita terhadap orang yang menyakiti kita ? Jujur !  kalau boleh mengungkapkan perasaan pasti kita sakit hati terhadap orang yang menolak keberadaan kita atau terhadap orang yang menyakiti hati kita. Bahkan bukan saja sakit hati tetapi kita kepingin membalas kejahatan terhadap mereka. Itu manusiawi !

Ditengah-tengah kehidupan yang kejam dan jahat bagaimanakah kita bersikap ? Masihkah kita memiliki  sikap yang dimiliki oleh Kristus ? melalui renungan hari ini kita akan belajar bagaimana bersikap terhadap orang yang menolak dan berbuat jahat kepada kita.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Yesus memerintahkan murid-murid-Nya ke desa di Samaria ? bagaimana sikap orang-orang Samaria terhadap murid-murid Yesus ? ( ayat 51-53 )
  2. Bagaimana sikap murid-murid ketika mendapat penolakan ? ( ayat 54 )
  3. Bagaimana sikap Yesus terhadap penolakan dan terhadap sikap para murid ? ( ayat 55-56 )

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus harus melewati Samaria. Namun sebelumnya, Yesus mengirim utusan untuk memmpersiapkan segala sesuatu yang Ia perlukan. Tetapi penduduk desa Samaria menolak-Nya. Dan ketika Yohanes dan Yakobus mendengar penolakan tersebut, mereka menjadi kesal dan marah. Sampai-sampai mereka berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka “ ? Mereka telah teringat kepada peristiwa ketika Guru-Nya dimuliakan diatas gunung sedang bercakap-cakap dengan Musa dan Elia. Tak heran jika mereka teringat akan kisah Elia yang meminta api turun dari Surga ( 1 Raja-raja 18 : 36-38 ). Di sini kita dapat melihat bahwa murid-murid belum siap menerima penolakan, sehingga mereka menjadi marah terhadap penduduk desa Samaria.

Mendengar sikap murid-murid yang marah terhadap penduduk Samaria maka Yesus menegur mereka. (  ayat 55 ). Walaupun tidak dikisahkan seperti apa teguran Yesus kepada murid-murid-Nya, namun kita dapat menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus tidak setuju dengan sikap para murid yang ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebab “Anak manusia tidak datang untuk menghancurkan hidup manusia tetapi untuk menyelamatkannya”. Tuhan Yesus pernah mengajar mereka, dengan ajaran yang menyejukkan hati, “ Janganlah kamu mengalahkan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”.

Dengan demikian, setiap umat percaya diajar untuk memperlakukan orang yang berbuat jahat dengan kebaikan. Sehingga terang Kristus dapat memberi pencerahan kepada mereka. Dan kita menjadi cahaya terang Kristus bagi mereka. Marilah kita terus menabur kebaikan. Amin.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan : Bagaimana sikap anda terhadap orang yang menolak, membenci dan berbuat jahat kepada anda ? Sudahkah anda menabur kebaikan kepada mereka ?

TEKADKU
Ya Tuhan, berilah hati yang tulus dan mampukanlah saya untuk melakukan kebaikan kepada mereka yang berbuat jahat.

TINDAKANKU.
Saya harus terus menabur kebaikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«