suplemenGKI.com

KARYA ALLAH DI TENGAH PANGGILAN

Kolose 3:12-17

 

PENGANTAR
Kita pasti pernah mendengar ungkapan “Pengalaman adalah guru terbaik”.  Ungkapan ini mengandung makna yang mendalam bahwa dalam hidup ini dibutuhkan bekal pengalaman sehingga dapat menjalani kehidupan di depan dengan lebih baik lagi.  Dengan berbekal pengalaman dan ada kemauan untuk belajar dari pengalaman maka kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang lagi.  Di sisi yang lain, pengalaman pribadi di masa lalu bisa juga memberi semangat dan kekuatan yang efektif di saat seseorang mengalami kesulitan dalam menjalani panggilan-Nya, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan.  Bagaimana Rasul Paulus menuliskan pesan penting ini kepada jemaat di Kolose agar selalu ingat karya Allah di masa lampau sehingga memiliki kekuatan dalam menjalani panggilan.  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 12: Bagaimana karya Allah dalam diri umat pilihan-Nya?
  • Ayat 13: Bagaimana Allah berkarya bagi manusia berdosa?
  • Ayat 17: Bagi orang percaya, apa dasar melakukan segala sesuatu dalam hidup?
  • Apakah anda merasakan karya Allah sehingga memiliki semangat menjalani kehidupan?

Perikop ini ditulis rasul Paulus untuk memberikan nasihat bagaimana seharusnya cara hidup orang-orang pilihan-Nya.  Oleh sebab itu, rasul Paulus sangat menekankan pentingnya identitas manusia baru.  Dia menyapa jemaatnya dengan sebutan “orang-orang pilihan Allah” (ayat 12).  Itulah identitas baru yang disandang orang percaya.  Melalui perikop ini, rasul Paulus mengingatkan apa saja yang sudah Allah lakukan bagi orang-orang pilihan-Nya: Pertama, dikuduskan dan dikasihi-Nya (ayat 12).  Allah mengasihi umat-Nya dengan tindakan dan karya yang nyata.  Kasih-Nya dimulai dari kelahiran-Nya di dunia merendahkan diri hidup di tengah-tengah manusia berdosa.  Tidak berhenti sampai itu, akhirnya puncak karya kasih-Nya adalah di saat diri-Nya berada di atas kayu salib, mengorbankan diri-Nya ganti manusia berdosa.  Pengorbanan-Nya itu memberi perubahan besar dalam diri orang-orang percaya sebab Dia menguduskan dari dosa.  Itulah karya Allah yang harus diingat orang-orang pilihan-Nya sehingga selalu mengevaluasi diri bagaimana hidup yang dipersembahkan kepada-Nya.

Kedua, Dia mau mengampuni (ay.13).  Pengampunan adalah anugerah Allah yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang percaya.  Sehingga, tidak lagi hidup dalam belenggu dosa yang membawa kebinasaan.  Pengampunan yang Dia kerjakan seharusnya selalu diingat oleh orang percaya sehingga dapat memiliki semangat dalam menjalani hidup dan panggilan.  Ketiga,  ayat 17 menyatakan “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, ...”  Dia yang sudah berkarya itu, kuasa dan kasih-Nya patut diandalkan.  Oleh sebab itu, dalam segala perkataan dan perbuatan seharusnya dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.  Hal itu memampukan orang-orang pilihan-Nya untuk memberi yang terbaik dalam menjalani panggilan-Nya; baik dalam keluarga, pekerjaan maupun pelayanan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: bersyukurlah atas anugerah sebagai orang-orang pilihan yang dikasihi, dikuduskan dan diampuni-Nya.  Karya Allah itulah yang harus diingat orang percaya sebagai pengalaman berharga.  Sehingga mengusahakan hidup yang berkenan kepada-Nya.   

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku selalu ingat karya-Mu, sebagai pengalaman berharga.  Sehingga aku mampu menjalani panggilan-Mu dengan lebih baik dan bersyukur.

TINDAKANKU
Hari ini apapun yang kuhadapi, aku harus belajar menemukan, merenungkan dan membagikan pengalaman kasih Allah kepada orang lain.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*