suplemenGKI.com

Roma 12:9-21

 

“HASILKANLAH BUAH KASIH KARUNIA ALLAH”

 

Pengantar:
            Untuk menghasilkan nasi yang kita nikmati setiap hari, para petani harus melewati proses bertani yang tidak mudah. Mulai dari mempersiapkan lahan, pengairan, penanaman, pemupukan, pembersihan sampai pada menanti musim panen tiba semua harus melalui proses panjang. Ketika padi itu mulai berbulir para petani mulai sedikit lega, karena tidak lama lagi musim panen tiba. Namun ketika tiba-tiba hama wereng menyerang padi-padi yang sedang berbulir dan dalam waktu singkat padi-padi itu rusak, mulai dari batangnya sampai ke bulir-bulirnya pun rusak sehingga terancam panenpun gagal. Betapa kecewa para petani dibuatnya. Bacaan Roma 12:9-21 adalah nasihat Paulus kepada jemaat di Roma agar hidup dalam kasih.

Pemahaman:

  1. Apa yang ingin ditekankan Paulus sehingga setiap kata nasihatnya diakhiri akhiran “lah”?
  2. Apa saja buah kasih karunia Allah yang wajib dihasilkan oleh setiap orang percaya?

Setelah dengan panjang lebar menjelaskan pengajaran Kekristenan yang mendasar dan utama yaitu: Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, pembenaran oleh iman pada Kristus, kekayaan kasih karunia diberikan dengan cuma-cuma oleh Allah dan jaminan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada setiap orang percaya. Maka dalam perikop ini Paulus memberi nasihat tentang hidup dalam kasih. Tercatat sebanyak 28 kali kata nasihat (termasuk kata yang diulang) semuanya diakhiri dengan akhiran “lah” misalnya: Hendaklah, jauhilah, janganlah, layanilah, bantulah dan seterusnya. Itu semua menunjukan bahwa hidup dalam kasih itu adalah wajib bagi setiap orang yang telah mengalami kasih karunia Allah.

Hidup dalam kasih dijabarkan dengan detil oleh Paulus dalam setiap kata nasihatnya, namun dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian: 1) Hidup dalam kasih kepada Allah, yang diwujudkan dengan mempersembahkan hidup seutuhnya kepada Allah sebagai ibadah yang kudus dan berkenan kepada Allah (Lih. 12:1-2). Secara spesifik kasih kepada Allah, misalnya menjauhkan yang jahat dan lakukan yang baik, melayani Allah dengan setia dan menghormati Tuhan (v. 9, 11-12, 19). 2) Hidup dalam kasih kepada sesama, dalam wujud saling: mengasihi, membantu, memberi, berempati pada sesama, hidup berbagi dan sebagainya. 3) Hidup dalam kasih kepada diri sendiri, yang diwujudkan dengan memelihara relasi dengan Tuhan melalui ibadah dan doa kepada Tuhan, mengenal diri sendiri dengan benar (v. 16b). Semua itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!” (v. 9a) Bukan sekedar kata-kata tetapi dengan perbuatan nyata.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah saudara menyadari bahwa saudara telah mengalami kasih karunia Allah? Jika saudara menyadari, pasti saudara akan selalu rindu hidup dalam kasih kepada Allah, kepada sesama dan diri sendiri dengan sungguh-sungguh bukan pura-pura.

Tekadku:
Ya Tuhan, mampukan kami untuk hidup dalam kasih kepada Engkau, kepada sesama dan diri sendiri karena itu adalah kewajiban bagi kami yang telah mengalami kasih karunia-Mu.

Tindakanku:
Saya mau belajar hidup dalam kasih dengan benar kepada Allah, sesama dan diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«