suplemenGKI.com

Markus 7: 1-13

Berpikir dengan Hikmat ALLAH

PENGANTAR
Imam-imam Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak pernah berhenti mencari kesalahan Yesus dan para pengikut-Nya. Disaat kesempatan itu muncul mereka segera datang menjumpai dan menegur Yesus serta pengikutnya. Mereka mempersoalkan sikap pengikut Yesus yang mengabaikan tradisi dan adat istiadat nenek moyang, padahal pengikut-pengikut Yesus secara umum adalah orang Yahudi.

PEMAHAMAN
Hal apakah yang dipersoalkan oleh imam-imam Farisi dan ahli-ahli Taurat? (Mrk 7:1-5)

Bagaimanakah tanggapan Yesus terhadap teguran yang disampaikan imam-imam Farisi dan ahli-ahli Taurat? (Mrk 7:6-13)

Membasuh atau membersihkan diri sebelum makan merupakan tradisi atau adat istiadat yang telah turun temurun dipelihara oleh masyarakat Yahudi. Adat istiadat ini begitu ketat diberlakukan sehingga jika ada warga yang melanggar maka akan ada konsekuensinya. Aturan ini berlaku bagi seluruh masyarakat Yahudi tanpa terkecuali. Itulah sebabnya ketika mereka mendapati pengikut Yesus melanggar aturan itu, mereka menjadi gusar. Mereka memandang pengikut Yesus telah tercemar karena melanggar adat istiadat nenek moyang mereka. Jika diperhatikan secara seksama, ada hal positif yang terkandung dalam adat istiadat nenek moyang Israel yang dipersoalkan oleh imam-imam Farisi dan ahli Taurat, yakni pentingnya menjaga kebersihan diri. Namun imam-imam Farisi dan ahli Taurat hanya memandang kebersihan diri sebagai masalah kudus atau tidak kudusnya seseorang.

Yesus memandang teguran imam-imam Farisi dan ahli Taurat dengan cara yang berbeda. Yesus melihat teguran mereka sebagai upaya untuk menjatuhkan diri-Nya. Selain itu, Yesus juga melihat pola pikir dan cara pandang imam-imam Farisi dan ahli Taurat terhadap aturan atau adat istiadat nenek moyang Israel terlalu sempit. Itulah sebabnya Yesus dengan keras menegur imam-imam Farisi dan ahli Taurat.

Upaya menjatuhkan dan membunuh Yesus tidak pernah berhenti dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Setiap tindakan yang dilakukan Yesus dan pengikut-Nya selalu mendapat sorotan. Atas nama agama, atas nama ALLAH, atas nama adat istiadat, mereka terus berusaha mencari kesalahan Yesus. Namun seluruh upaya itu gagal sebab Yesus berhasil membongkar pemahaman-pemahaman mereka yang sempit dan menyesatkan. Yesus hendak mengajarkan kepada setiap orang tentang cara berpikir yang benar. Cara berpikir yang takut akan ALLAH. Cara berpikir yang menempatkan ALLAH diatas segala-galanya. Cara berpikir yang demikian tentu akan membantu setiap orang memandang segala sesuatu dengan bijaksana sehingga kehidupannya berkenan kepada ALLAH.

REFLEKSI
Sudahkah cara berpikir kita terhadap segala sesuatu sudah sesuai dengan firman ALLAH? Ataukah kita masih saja melihat berbagai hal dalam hidup ini secara sempit?

TEKAD
Ya ALLAH berikan kepada saya hikmat yang dari pada-Mu, agar saya dapat mengerti kehendak-Mu dan mampu memandang  segala hal yang ada dalam kehidupan ini dengan bijaksana

TINDAKAN
Melatih diri untuk tekun berdoa dan merenungkan firman ALLAH. Membangun pikiran postif. Selalu meminta hikmat dalam menilai dan memutuskan setiap hal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«