suplemenGKI.com

KASIH KEPADA TUHAN & SESAMA

Matius 22:34-40

 

Pengantar
Seorang suami heran karena istrinya membeli jenis beras yang kualitasnya jauh di bawah beras yang biasa mereka beli. Sang istri menjelaskan: “Oh, ini untuk disumbangkan ke rumah yatim piatu. Kalau beras yang harganya mahal, itu untuk kita konsumsi sendiri.” Kala untuk diri sendiri, biasanya orang mengupayakan yang terbaik sedangkan bila untuk orang lain, belum tentu dan tidak harus memakai ukuran yang sama ketika itu untuk kepentingan orang lain. Suatu keputusan yang sering kita anggap wajar, bukan? Namun apakah itu yang dikehendaki TUHAN? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 34-35: Mengapa ahli Taurat menanyakan kepada YESUS tentang hukum yang terutama dalam hukum Taurat?
  • Ayat 36-40 : Apakah isi jawaban YESUS terhadap pertanyaan ahli Taurat itu?

Orang-orang Yahudi pada masa itu mempersoalkan hukum-hukum mana yang paling penting di antara hukum-hukum yang ada (248 perintah dan 365 larangan). Oleh sebab itu orang-orang Farisi menguji Yesus dengan pertanyaan tentang hal itu. Secara cerdas Yesus menjawab dengan mengutip dua ayat dalam hukum Taurat. Yaitu Ulangan 6:5 tentang Syema (pengakuan iman) Israel dan Imamat 19:18 tentang mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Pada saat seorang ahli Taurat menanyakan hal itu, mungkin ia mengharapkan YESUS hanya akan menyebut satu hukum, yaitu mengasihi Tuhan. Sebab, mereka dikenal suka menggunakan hal-hal rohani untuk mengabaikan tanggung jawab mereka kepada sesama (lihat pasal 23:4, 14, 16, 23). Namun, jawaban TUHAN YESUS mengejutkan. Dia menandaskan bahwa mengasihi sesama bobotnya sama dengan mengasihi TUHAN (ayat 39). Yang TUHAN YESUS tekankan adalah “sesama manusia”, bukan sama ras, agama, atau kedudukan. Artinya, sepanjang seseorang adalah manusia, ia harus kita kasihi. Bahkan ukuran yang dipakai adalah “seperti mengasihi diri sendiri”. Ini ukuran yang sangat tajam karena tentunya hampir semua orang senantiasa mengusahakan hal-hal yang terbaik bagi dirinya.  Bila demikian, kita pun dipanggil untuk mengusahakan hal-hal yang terbaik buat orang lain.

Kasih kepada sesama tak bisa dipisahkan dari kasih kepada TUHAN sebab hanya hati yang sungguh-sungguh mengasihi TUHAN akan mampu mengasihi orang lain dengan tulus. Kadang-kadang ada orang yang kelihatannya sungguh mengasihi TUHAN dengan rajin pergi ke rumah ibadah tapi dia tak mampu menghargai orang lain. Sesungguhnya dunia akan penuh damai sejahtera bila semua umat manusia yang mengaku mengasihi TUHAN juga hidup saling mengasihi dan saling mengupayakan yang terbaik satu dengan yang lain.

Refleksi
Dalam keheningan  jawablah dengan jujur pertanyaan:

  • ”Apakah aku sungguh-sungguh mengasihi TUHAN? Apakah aku mau mempersembahkan yang terbaik bagi TUHAN? “
  • “Apakah aku  sungguh-sungguh mengasihi sesama? Apakah aku selalu mengupayakan yang terbaik untuk orang lain?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk mengekspresikan kasihku kepada-Mu dengan menaati perintah-Mu yaitu mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Tindakanku
Hari ini, perhatikanlah orang-orang yang sering Saudara jumpai. Pikirkanlah hal-hal baik apa yang Saudara  inginkan terjadi dalam hidup mereka dan bagaimana Saudara bisa menjadi alat TUHAN untuk mewujudkannya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«