suplemenGKI.com

MENGUCAP SYUKUR

1 Korintus 1 : 3 – 9

 

PENGANTAR
Mengucap syukur untuk bagi diri sendiri, ketika kita mendapat sesuatu yang terbaik dalam hidup ini, baik mendapat berkat atau jabatan atau sesuatu yang terbaik dari Tuhan, pasti hal itu mudah untuk di lakukan.  Kita juga bisa mengucap syukur untuk orang lain ketika orang lain, berhasil dan diberkati Tuhan dan hal itu menyukakan hati kita. Namun bisakah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk orang lain, ketika orang lain tersebut hidupnya sedang menghadapi banyak persoalan.

Dalam renungan hari ini kita akan belajar dari rasul Paulus bagaimana mengucap syukur kepada Tuhan atas orang lain.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa rasul Paulus mengucap syukur ? ( ayat 4 )
  2. Penjelasan dari kasih karunia ? ( ayat 5-7 )
  3. Apa harapan Paulus di masa depan untuk jemaat Korintus dan kita ( ayat 8-9 )

Dari cara Paulus mengungkapkan syukur, kita dapat belajar  tentang sikap yang benar dalam mengucap syukur. Di ayat 4, Paulus mengatakan “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku”, hal ini menunjuk kepada suatu tindakan yang terus menerus dilakukan, agar menjadi gaya hidup orang Kristen bahkan menjadi salah satu ciri orang yang hidup di dalam Kristus ( Kol 2 : 7). Memang ucapan syukur Paulus disini nampak tidak ada yang istimewa, namun jika kita memahami sikap jemaat Korintus yang  sering bernada negatif dan menyerang rasul Paulus maka kita dapat melihat bahwa ucapan syukur ini sebagai sesuatu yang luar biasa ( 1: 12 ; 4: 1-21 ).

Paulus mengucap syukur atas kasih karunia Allah yang diberikan kepada mereka dalam Kristus Yesus. Jadi melalui kasih karunia, orang berdosa dimampukan untuk datang kepada Kristus yang kemudian akan menerima kasih karunia yang lain. Kasih karunia disini memakai kata Charis yang menunjuk kepada karunia rohani. Sedangkan karunia rohani merupakan salah satu bentuk dari kasih karunia Allah. Oleh karenanya karunia rohani merupakan pemberian Allah. Karena karunia rohani merupakan pemberian Allah maka hal itu hendak mengingatkan kepada jemaat Korintus juga kita agar tidak memegahkan diri (lihat pasal 12-14).

Harapan Paulus adalah supaya Tuhan Allah memelihara jemaat hingga tak bercacat dihadapan Tuhan Yesus (8) karena Allah adalah setia ( 9). Itu berarti bahwa Tuhan Allah yang akan meneguhkan, menguduskan dan membawa  orang percaya tanpa cela ke hadapan Kristus. Allah yang setia adalah Allah yang memanggil orang percaya ( kita ) kepada persekutuan dengan anak-Nya Yesus Kristus.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Apakah alasan anda mengucap syukur kepada Tuhan ? Bisakah anda mengucap syukur atas orang lain ketika orang lain tersebut merugikan anda ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya mengucap syukur atas segala kasih karunia-Mu dalam kehidupan saya, juga untuk semua umat-Mu.

TINDAKANKU
Saya akan senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*