suplemenGKI.com

Sabtu, 28 Mei 2016

27/05/2016

Lukas 7:1-10

TELADAN IMAN DARI SEORANG ASING

 

PENGANTAR
Orang-orang Yahudi memahami berbagai kelebihan yang mereka miliki terkait dengan posisi mereka sebagai bangsa pilihan Allah. Salah satu di antara berbagai kelebihan itu adalah iman mereka yang lebih unggul (superior) dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Namun, perikop bacaan kita hari ini menyatakan hal yang sebaliknya. Yesus justru memuji iman seorang perwira tentara Romawi, sambil menegur orang-orang Yahudi yang kurang percaya kepada-Nya (ay. 9). Pada kenyataannya, dalam banyak hal, umat Tuhan justru harus belajar dari “orang-orang asing” atau mereka yang belum mengenal Kristus.

PEMAHAMAN
Ay. 1-5        Apa yang diharapkan oleh perwira ini dari  beberapa orang tua-tua Yahudi tersebut? Mengapa ia minta tolong kepada mereka? Mengapa para tua-tua tersebut mau menolongnya?

Ay. 6-10      Mengapa Yesus memuji iman perwira ini? Apa yang dapat kita pelajari dari sikapnya ketika Yesus hendak datang ke rumahnya? Apa yang dapat kita pelajari dari perumpamaan yang disampaikan perwira tersebut (ay. 8)?

Perwira ini mempunyai seorang hamba yang sedang sakit parah (ay. 2), dan berharap bahwa Yesus mau datang dan menyembuhkannya. Untuk itu ia minta kepada beberapa orang tua-tua Yahudi untuk menyampaikan hal ini kepada Yesus. Para tua-tua itu menjumpai Yesus dan berkata bahwa perwira ini layak untuk ditolong karena telah banyak berbuat baik kepada mereka.

Sementara para tua-tua Yahudi itu memakai perbuatan baik sebagai ukuran, Yesus justru melihat ketulusan iman perwira ini. Karena itulah Yesus memuji iman yang dimiliki perwira ini, meskipun ia bukan seorang Yahudi. Ada dua kualitas iman yang dimilikinya. Pertama, iman yang disertai kerendahan hati. Perwira ini merasa tidak layak merepotkan Yesus yang hendak datang ke rumahnya. Kedua, perwira ini percaya sepenuhnya bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas jarak. Ia percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan hambanya dengan sabda-Nya yang penuh kuasa, tanpa harus datang ke rumahnya. Iman yang teguh, yang  disertai dengan kerendahan hati, inilah yang dipuji oleh Yesus.

REFLEKSI
Iman yang disertai kesombongan akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Sebaliknya, iman yang disertai kerendahan hati akan menjadi teladan bagi banyak orang.

TEKADKU
Tuhan, tuntunlah aku agar dapat meningkatkan kualitas imanku terhadap-Mu. Mampukanlah aku menerapkan imanku dengan kerendahan hati.

TINDAKANKU
Ada banyak hal positif yang dapat kita lihat dari orang-orang non-Kristen terkait dengan cara mereka beriman. Tuliskanlah minimal tiga hal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«