suplemenGKI.com

Sabtu, 28 Maret 2020

27/03/2020

HARAPAN & KEPASTIAN

Roma 8:6-11

 

PENGANTAR
Harapan dan kepastian ibarat kawan sekaligus lawan.  Menjadi kawan karena harapan yang sejati membutuhkan kepastian.  Tanpa kepastian, apa arti sebuah harapan.  Namun sebaliknya,  juga menjadi lawan, sebab tidak semua harapan berjalan bersama kepastian.  Bagaimana dengan harapan dan kepastian iman Kristen: lawan atau kawan?  Mari renungkan!

PEMAHAMAN

  • Ayat 9-10: Apa dasar seseorang menjadi milik Kristus?
  • Ayat 11: Apa dasar kepastian pengharapan kristiani?
  • Apakah saudara benar-benar meyakini kepastian harapan kekal di dalam Kristus?

Paulus menulis surat ini dalam rangka mempersiapkan rencana pelayanannya untuk orang-orang non Yahudi di Roma.  Sebab, di Roma ada orang-orang yang berusaha memutarbalikkan ajarannya (Roma 3:8, 6:1-2, 15).  Paulus merasa perlu menanggapi berita miring tersebut mengingat jemaat Roma merupakan petobat baru dan masih banyak juga yang belum percaya sebab masih mengikuti pikirannya sendiri.  Kuatnya cara berpikir akibat pengaruh budaya Yunani menyebabkan tidak mudahnya orang Roma meyakini pembenaran Kristus yang memerdekakan.  Mereka bertanya-tanya: benarkah tidak ada penghukuman di dalam Kristus? (ayat 1)  Benarkah damai sejahtera itu bersumber dari hidup dalam Roh?  Apa kaitannya hidup kekristenan dengan ketaatan Hukum Taurat (ayat 3).  Mereka berpikir hidup berpengharapan seolah sekadar janji, tidak ada kepastian.

Maka Paulus menegaskan perbedaan hukum Taurat dengan iman Kristen. Hukum Taurat menekankan penghukuman bagi mereka yang gagal mentaatinya.  Sebaliknya, “tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus” (ayat 1).  Artinya anugerah pengampunan Allah melalui Kristus memampukan orang-orang percaya untuk tidak hidup lagi menurut keinginan  daging (ayat 3-4).  Bahkan identitas sebagai orang percaya karena “Kristus ada di dalam kamu” (ayat 10) sebagai dasar kepastian pengharapan bahwa, “Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya…“ (ayat 11).  Pengharapan kristiani tidak ditentukan oleh apapun, tetapi dilandaskan pada karya kasih Allah yang mengasihi umat-Nya.  Paulus meyakinkan jemaat Roma, bahwa di dalam iman percaya kepada Kristus, ada kepastian keselamatan.

Dengan demikian pengharapan kristiani tidak berlawanan dengan kepastian.  Pengharapan kristiani sejalan seiring dengan kepastian itu sendiri. Pengharapan itu makin bernilai karena adanya kepastian.  Jadi apapun tantangan dan persoalan yang kita hadapi, jangan pernah meninggalkan iman percaya kepada Kristus.  Sebab tidak ada pengharapan lain yang lebih pasti, selain pengharapan yang didasarkan pada kasih dan pengorbanan-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Dunia ini menawarkan banyak pengharapan yang seolah menjamin kebahagiaan dan keselamatan, namun hanya ada satu pengharapan yang memberikan kepastian yaitu di dalam Kristus.  Apakah saudara saat ini sedang hilang harapan disebabkan sakit penyakit, kesulitan ekonomi, usaha macet, pekerjaan, dll?  Berhentilah mengandalkan cara berpikir yang meragukan kepastian pengharapan di dalam Kristus.  Mari renungkan pengorbanan-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah agar kesulitan hidup tidak membuat aku ragu akan kepastian pengharapan di dalam Engkau.  Sebab pengorbanan-Mu adalah bukti kepastian yang Engkau berikan. 

TINDAKANKU
Saat aku sakit, aku tetap semangat mengupayakan pengobatan.  Saat aku bekerja, aku tidak mudah mengeluh dan putus asa.  Saat usahaku tidak berjalan lancar, aku tetap tekun dan terus berusaha.  Itulah bukti keyakinanku akan kepastian pengharapan di dalam Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«