suplemenGKI.com

Ibrani 2:10-18.

 

Belarasa Allah Rela Berkorban untuk menyelamatkan Manusia

 

Pengantar:
Yesus adalah Allah yang menjadi manusia yang memimpin manusia yang percaya kepada-Nya kepada keselamatan. Kata memimpin biasa diterjemahkan sebagai perintis atau pendiri. Dengan demikian dapat dikatakan, Yesus adalah sebagai yang membuat, menyediakan jalan bagi orang yang mau mengikuti-Nya untuk menuju pada keselamatan kekal (band. Yoh 14:6)  

 Pemahaman:

  1. Apa yang menjadi berita utama dari Ibrani 2 bagi umat manusia?
  2. Bagaimana Yesus menyediakan jalan keselamatan bagi manusia yg percaya kepada-Nya?
  3. Apa yang harus kita lakukan kepada Tuhan Yesus ketika menyadari bahwa Dia menderita demi menyelamatkan kita?

 Inisiatif Allah untuk menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus merupakan berita utama dalam Ibrani pasal 2. Allah menjadi manusia dalam Tuhan Yesus adalah wujud belarasa Allah kepada manusia yang sedang menderita karena dosa. Dengan jalan menjadi manusia maka Dia dapat menyelamatkan, membebaskan manusia dari kebinasaan karena dosa.

            Untuk mewujudkan belarasa-Nya demi menyelamatkan manusia dari dosa, Yesus harus menempuh jalan penderitaan. Manusia dikuasai oleh dosa dan dosa itu menggiringnya menuju pada maut atau kematian kekal. Mengingat hidupnya yang diamcam oleh kematian kekal, manusia hidup dalam ketakutan, kegelisahan dan ketidakbebasan. Untuk menolong manusia dalam keadaannya yang demikian, maka Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus harus menempuh jalan penderitaan untuk menggantikan posisi manusia yang menderita karena dosa. Dan Yesus bukan hanya menderita tetapi mati di kayu salib untuk menggantikan posisi manusia. Seharusnya manusialah yang harus mati di salib, tetapi karena belarasa Allah yang sempurna maka manusia dibebaskan dari kematian kekal oleh karena pengorbanan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di sinilah sesungguhnya Allah menunjukan kasih-Nya kepada manusia, sehingga Dia disebut sebagai Imam besar yang agung bagi manusia, karena Dia telah memperdamaikan manusia dengan diri-Nya melalui pengorbanan yang didasari oleh belarasa yang sempurna. Belarasa yang sempurna adalah belarasa yang rela berkorban walaupun tidak seharusnya berkorban, seperti yang telah dilakukan Yesus kepada kita.

Refleksi:
Sudahkah kita menyadari bahwa kita menjadi terbebas dari kebinasaan kekal karena dosa, itu semata karena belarasa Allah yang sempurna dalam hidup kita? Jika kita menyadarinya, maka kita pun harus berbelarasa yang rela berkorban bagi sesama kita.

Tekad:
Tuhan, aku menyadari bahwa aku belum bisa berbelarasa yang rela berkorban kepada sesama, karena aku masih mementingkan diri sendiri. Ajar dan mampukan aku untuk berbelarasa yang rela berkorban bagi sesama.

Tindakan:
Aku mau belajar berbelarasa yang rela berkorban dengan tulus dan ikhlas bagi sesama, walaupun ia berbeda dengan diriku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*