suplemenGKI.com

Sabtu, 28 April 2018

27/04/2018

KASIH KASIH DAN KASIH

1 Yohanes 4:7-16

 

Pengantar
Ada lagu sekolah minggu yang refreinnya mengaakan “kasih itu sabar, tidak suka marah-marah, sayang kepada teman seperti kasih Yesus.” Lagu ini sangat mudah untuk dinyanyikan, tetapi jikalau ada anak sekolah minggu ditanya apakah mengasihi itu mudah? Jawabannya adalah “mudah dan sulit”. Kalau waktu tidak adalah masalah mengasihi itu mudah, tetapi waktu ada masalah dan perbedaan pendapat, maka mengasihi itu menjadi sulit. Oleh sebab itulah kasih itu butuh pengorbanan. Allah telah memberikan teladan itu bagi kita. Mengapa kita sebagai orang percaya harus mengasihi? 

Pemahaman

  • Ayat 7-21               : Mengapa Yohanes memerintahkan kita untuk saling mengasihi? Apakah alasannya?
  • Ayat 9                     : Bagaimanakah cara kita merespon dan mewujudkan kasih itu dalam kehidupan kita?

Yohanes mendorong kita untuk memperlihatkan kasih karena kasih adalah sifat Allah sendiri (Ay. 7-9), yang telah dinyatakan dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal kepada kita sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (Ay. 10). Kita mengambil bagian dari sifat-Nya karena kita lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Oleh sebab Allah mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, pengampunan dan pertolongan-Nya wajib merespon kasih Allah itu dengan menyalurkan kasih itu dan menolong orang lain, meskipun untuk itu kita harus berkorban secara pribadi. Jikalau kita saling mengasihi, Allah tetap ada di dalam kita dan kasih-Nya disempurnakan di dalam diri kita (Ay. 12). Jika kita tidak mengasihi orang lain, maka tidak ada bukti bahwa kita telah mengalami kasih Allah dan sekarang kita sedang berelasi dengan Allah. Relasi dengan Allah dan kepada sesama harus kita tunjukkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hidup dalam kasih merupakan bukti kita hidup bersama dengan Allah (Ay. 13, 15).

Menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari memang membutuhkan proses yang panjang. Dalam proses ini kita seringkali mengalami kekecewaan karena mendapatkan respon yang tidak seimbang. Tetapi jika kasih Allah ada di dalam kita, maka kekecewaan itu tidak mampu membendung kita untuk kembali belajar mengasihi. Kasih itu pula yang membentuk karakter dan kepribadian kita, kita tidak lagi mementingkan diri sendiri, tetapi bagaimana menyatakan kasih Allah agar semakin banyak orang yang mengenal Allah melalui hidup kita.  

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah saudara mempraktekkan kasih Allah yang telah kita terima kepada orang lain? Pernahkan saudara merasa kecewa ketika belajar mengasihi sesama? Jika pernah, masih tetap mau mengasihi atau berhenti mengasihi? Jangan berhenti karena Allah tidak pernah berhenti untuk mengasihi kita!

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk selalu bisa mengasihi sesama, belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri dan terus menunjukkan kasih walaupun banyak tantangan yang harus saya hadapi.

Tindakanku
Saya akan berusaha menyapa, orang yang selama ini tidak saya kasihi (orang yang saya benci). Saya akan memaafkan berusaha memaafkan atau mengampuni orang yang selama ini telah menyakiti hati saya, karena Yesus sudah mengampuni dosa-dosa saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«