suplemenGKI.com

SABTU, 28 APRIL 2012

27/04/2012

KEPASTIAN HIDUP DI DALAM TUHAN

Yohanes 10: 1-18

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 1-2: Perbandingan apa yang ditunjukkan tentang gembala dan pencuri?
  2. Bandingkan ayat 9 dengan ayat 10: apa yang akan didapatkan oleh orang yang masuk melalui ‘pintu’ dengan yang tidak?
  3. Ayat 9-11: Siapa yang dimaksudkan dengan gembala dan pintu? Bagaimana Anda menghubungkan kedua pernyataan Yesus itu sebagai keistimewaan Tuhan Yesus yang Anda percayai? (bacalah kembali secara perlahan apa yang Yesus katakan tentang perbedaan ‘gembala’ dan ‘pencuri’ yang awalnya ditentukan oleh melewati pintu atau tidak, hubungkan juga dengan perkataan Yesus di Yoh.14:6)
  4. Ayat 10: ‘Hidup dalam kelimpahan’, kelimpahan seperti apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus? Perhatikan beberapa penggunaan kata ‘hidup’ yang digunakan Yohanes dalam pasal 1:4; 14:6; 20:30-31.

 

RENUNGAN

Pada zaman itu biasanya kandang domba dilindungi oleh sebuah pintu dan kuncinya hanya dipegang oleh penjaga pintu. Akan tetapi jika domba-domba itu pergi ke bukit-bukit pada musim panas dan tidak pulang ke kandang, mereka dikumpulkan dalam kawanan-kawanan di bukit itu. Kandang-kandang di bukit itu berbeda dengan kandang di desa, di bukit kandang terbuka dan dikelilingi tembok yang memiliki lubang tempat domba keluar dan masuk, dan tidak ada pintu apa pun juga. Pada waktu malam si gembala sendiri membaringkan diri di dalam lubang itu sehingga tidak ada domba yang bisa masuk atau keluar melewati tubuhnya, atau dengan kata lain, gembala itu sekaligus menjadi pintu. Dengan latar belakang budaya yang demikianlah Yesus menceritakan tentang siapa diriNya, sebagai gembala yang baik yang masuk melalui pintu dan tidak pernah bermaksud mencuri atau mencelakakan dombanya, sekaligus menjadi pintu itu sendiri. Agar domba-domba itu bisa selamat, mendapatkan rasa aman dan menikmati kehidupan, mereka harus mau mengikuti gembala yang memimpinnya dan melewati pintu gembala itu sendiri. Ini sejalan dengan yang Yesus sebutkan di bagian lain bahwa Ia adalah satu-satunya jalan dan hidup (14:6). Siapa yang percaya dan mau mengikuti pimpinanNya akan menikmati hidup dalam segala kelimpahan. Bukan dalam arti kelimpahan harta atau kesenangan menurut manusianya, melainkan kepenuhan hidup di dalam Kristus yaitu hidup yang kekal bersamaNya untuk selama-lamanya. Ini menjadi suatu kepastian dan jaminan atas hidup manusia di dunia yang serba tidak menentu, tidak mendatangkan rasa aman dan justru mengancam. Kita memiliki Allah sebagai Gembala dan sekaligus sebagai Pintu yang harus kita lewati bila kita ingin memiliki hidup yang utuh. Bacalah Mazmur 23 untuk mengakhiri renungan Anda hari ini.

 

“Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.

Akulah gembala yang baik, Aku mengenal domba-dombaku.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«