suplemenGKI.com

UPAYA BERJUMPA DI TENGAH HAMBATAN

Markus 10:46-48

 

PENGANTAR

Setiap orang pasti mempunyai harapan, bisa berupa ekonomi yang layak, kedudukan atau karier yang bagus, relasi harmonis, dll.  Apa yang menjadi harapan seorang buta, seperti Bartimeus?  Bisa melihat, sebab selama ini ia hidup dalam kegelapan dan kemiskinan.  Ia hanya bisa mendengar cerita orang tentang cerahnya sinar matahari, tanpa bisa melihatnya.  Begitu juga tentang siapa Yesus, ia hanya tahu dari apa kata orang, tanpa bisa menatap dan menyaksikan mujizat-Nya.  Bagaimana Bartimeus berjumpa dengan Yesus di tengah hambatan?  Mari merenungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Ayat 46-47: Siapa Bartimeus?  Bagaimana dia menyatakan iman dan harapannya di tengah keramaian?
  • Ayat 48: Bagaimana kegigihannya ingin bertemu Yesus?
  • Apakah saudara memiliki harapan yang belum terwujud?  Bagaimana iman dan kegigihan saudara dalam upaya berjumpa dengan-Nya?

Peristiwa perjumpaan Bartimeus dengan rombongan Tuhan Yesus ini, terjadi saat dalam perjalanan menuju Yerusalem untuk merayakan Paskah.  Dia dan para murid menempuh perjalanan bersama-sama dengan sebagian besar peziarah lain, dengan tujuan Yerusalem.  Sebab menurut ketentuan, setiap laki-laki Yahudi berusia dua belas tahun yang tinggal radius 25 kilometer dari Yerusalem diwajibkan menghadiri perayaan Paskah di Bait Allah.  Itulah sebabnya jalanan menuju Yerusalem dipenuhi banyak orang.  Rombongan Tuhan Yesus sampai di kota Yerikho.  Dalam perjalanan itu, seperti biasanya Dia dikelilingi orang banyak.  Mereka antusias mendengar Dia mengajar sambil berjalan.  Di tengah-tengah mengajar orang banyak itulah, seseorang berteriak memanggil nama-Nya.  Dialah Bartimeus, anak Timeus, seorang pengemis yang buta, sedang duduk di pinggir jalan (ay.46).

Di tengah keramaian, Bartimeus segera berteriak memanggil Yesus dan memohon belas kasihan-Nya.  Ay.47 “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku”.  Mengapa Bartimeus memanggil dengan sebutan “Anak Daud”?  Orang Yahudi meyakini Sang Mesias berasal dari keturunan Daud.  Jadi, seruan Bartimeus itu menunjukkan keyakinan dirinya bahwa Yesus adalah Sang Mesias.  Dalam kegelapan penglihatan mata, imannya tumbuh dan mata hatinya melihat Sang Mesias yang mampu menolongnya.  Teriakan Bartimeus adalah terikan bukan hanya meminta pertolongan tetapi teriakan iman, sebuah pengakuan iman kepada Sang Mesias.

Di saat ingin berjumpa Sang Mesias, apakah Bartimeus mengalami hambatan?  Ay.48 “Banyak orang menegornya, supaya ia diam”.  Bagi banyak orang, teriakan Bartimeus terasa mengganggu.  Tetapi, Bartimeus tidak menyerah, justru ia semakin keras memanggil Yesus “Anak Daud, kasihanilah aku!”.  Dia berupaya berjumpa dengan Yesus.  Akhirnya Tuhan Yesus katakan “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay.52).  Pada saat itu juga Bartimeus dapat melihat lalu mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.  Keinginannya berjumpa Yesus, untuk menyatakan iman dan harapannya, bukan tanpa hambatan: keramaian, pandangan sinis yang bisa melemahkan, perasaan disepelekan bahkan dianggap sebagai pengganggu; tetapi dia mampu bertahan dan tetap gigih.

REFLEKSI
Mari merenungkan, dalam mengupayakan perjumpaan dengan-Nya, sangat mungkin mengalami hambatan.  Kesibukan, doa dan harapan yang belum juga menemukan titik terang padahal sudah sekian lama menanti, kelemahan tubuh (sakit) yang belum kunjung pulih, putus asa sebab melihat orang lain semakin berhasil, dll.  Semua itu bisa menjadi hambatan bagi diri kita dalam mengupayakan perjumpaan dengan-Nya.  Mari meneladani Bartimeus!

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku mengupayakan perjumpaan dengan-Mu di tengah-tengah hambatan yang ada.  Tolonglah agar aku tetap gigih, berseru menyatakan iman dan harapanku kepada-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan berupaya mencari dan menjumpai-Mu: tetap berdoa, bersaat teduh, ibadah di gereja, melayani-Mu, dll walaupun ada hambatan: …….. (sebutkan hambatan yang saudara alami).  Agar imanku semakin teguh, bukan hanya karena ingin mengalami pertolongan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«