suplemenGKI.com

DOAKU UNTUK PERJALANAN IMANMU

I Tesalonika 3:9-13

 

Pengantar
Bagaikan orang tua yang bersukacita saat mendengar kabar baik tentang anak-anak yang jauh darinya, itulah yang sedang dirasakan Rasul Paulus atas jemaat Tesalonika. Kabar baik apa yang didengar Paulus? Marilah kita mendalami I Tesalonika 3:9-13. 

Pemahaman
Ayat 9              : Mengapa Rasul Paulus menaikkan doa syukur untuk jemaat Tesalonika?
Ayat 10 – 13     : Apa isi doa Paulus untuk jemaat Tesalonika?

Bacaan yang kita perhatikan saat ini dilatarbelakangi oleh kecemasan Paulus atas kehidupan iman jemaat Tesalonika sebab mereka sedang menghadapi kesusahan dan tekanan ( ayat 3; 1 Tes. 2:14-17; Kis. 17:1-9). Itulah sebabnya ia mengirim Timotius untuk menguatkan dan menasihati mereka (ayat 1-5).  Dan hasilnya, ada kabar baik yang dibawa  Timotius untuk Rasul Paulus  yaitu bahwa bahwa iman dan kasih jemaat Tesalonika tidak tergoyahkan oleh penderitaan yang mereka alami (ayat 6). Tentu berita ini membahagiakan Rasul Paulus. Pada saat ini Paulus sendiri juga menghadapi berbagai kesulitan dan kesengsaraan, dan hidupnya tidak mudah ( ayat 7 ) tetapi setelah mendengar kabar baik tentang kehidupan iman jemaat Tesalonika, hatinya lega. Paulus mengarahkan penghargaannya terhadap Tesalonika menjadi pujian kepada ALLAH.

Sukacita dan bahagia itulah yang mendorong Rasul Paulus untuk memanjatkan doa syukur (ayat 9) dan permohonan (ayat 10) untuk jemaat Tesalonika agar mereka semakin berlimpah dalam kasih dan semakin kuat dalam iman dan hidup tak bercacat dan kudus hingga  kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia.

Paulus juga menyemangati jemaat Tesalonika dengan penuh cinta kasih. Ia masih berdoa kepada TUHAN untuk membuka jalan baginya hingga dapat kembali ke Tesalonika, untuk membimbing mereka secara pribadi, sehingga iman mereka dapat menjadi kokoh. ( ayat 10-11 )

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita akan betapa penting menaikkan doa bagi keberhasilan perjalanan iman orang yang kita kasihi dan terus menyemangati pertumbuhan iman mereka. Di tengah pelbagai kesulitan hidup di dunia ini, tentu kita semua berharap agar semua orang yang kita kasihi selalu kuat  dan setia dalam iman serta hidup di jalan kekudusan hingga siap menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Semoga kita dimampukan menjadi pendoa dan pembimbing kehidupan iman orang-orang di sekitar kita. Semoga kita menjadi persekutuan orang percaya yang saling mendoakan  dan menyemangati satu dengan yang lain hingga kita semua siap menyongsong kedatangan Kristus yang kedua kali dengan sikap iman yang teguh.

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah doa apakah yang kita panjatkan untuk keluarga dan orang-orang yang kita kasihi? Apakah kita mendoakan pertumbuhan imannya? Apakah kita juga rindu menyemangati dan menguatkan mereka yang sedang berada di tengah himpitan iman?

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah aku menjadi pendoa dan pembimbing iman bagi orang-orang yang kukasihi

Tindakanku
Aku akan memperhatikan pertumbuhan iman orang-orang yang ku kasihi, mendoakannya dan terus menyemangatinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*