suplemenGKI.com

Sabtu, 27 Mei 2017

26/05/2017

TIDAK SENDIRI

I Petrus 5:6-11

 

PENGANTAR
Seseorang yang sedang menderita biasanya merasa bahwa ia sendirian, menganggap tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya.  Bisa jadi, seseorang malah menjauhkan diri dari persekutuan dengan Tuhan dan sesama.  Kondisi seperti ini sangatlah berbahaya bagi hidup orang percaya sebab dapat menjadi ‘makanan empuk’ bagi si jahat.Bagaimana nasihat rasul Petrus?  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 8: Siapakah lawan bagi orang percaya?
  • Ayat 9: Bagaimana cara yang jitu dalam menghadapi lawan?
  • Ayat 10-11: Apa janji Tuhan saat orang percaya menghadapi lawan?
  • Apakah saudara pernah merasa sendiri saat menghadapi penderitaan atau masalah?
  • Apa tindakan yang tepat?

Bagian ini merupakan lanjutan dari nasihat rasul Petrus kepada orang percaya saat menghadapi penderitaan imannya.  Ada beberapa kebenaran berkaitan dengan pemahaman dan sikap sebagai orang percaya saat menghadapi penderitaan.  Pertama:Rendahkan diri, akui Dia berkuasa atas hidup.  Itulah sikap yang tepat saat menghadapi penderitaan.  Ay.6 “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya”  Kedua:Serahkan hidup kepada-Nya sebab Dia Sang pemelihara.  Ay.7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.Ketiga: Berjaga-jaga terhadap lawan yaitu iblis yang licik dan jahat!  Iblis di samakan dengan singa yang mengaum, yang siap menerkam dan memakan mangsanya.  Ay.8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”  Keempat: Miliki iman yang teguh untuk melawan si jahat “Lawanlah dia dengan iman yang teguh,…”  Pada akhirnya iman yang teguh kepada-Nya, iman yang murni & kuat dibutuhkan agar dapat hidup bersesuaian dengan kehendak-Nya bukan menuruti tipuan si jahat.

Ayat 10-11 “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.  Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya!”  Inilah janji Tuhan saat kita menghadapi si jahat.  Tidak membiarkan kita sendiri.  Penyertaan-Nya sempurna.  Dia Sang sumber kasih karunia yang telah memanggil kita itu berjanji akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita.  Pribadi yang berjanji itu kuasanya sempurna sampai selama-lamanya.  Kepada pribadi yang seperti itu apakah kita masih ragu?  Maka, jika kita menghadapi persoalan, penderitaan, tantangan apapun karena iman kita kepada-Nya; janganlah patah semangat sebab kita tidak sendiri.

Bagi Petrus hal itu bukan teori.  Bukan sekadar bisa menasihati kita, tetapi ia juga sudah mengalaminya. Hal itu dibuktikannya saat ia mati sebagai martir karena imannya yang tak tergoyahkan (menurut cerita tradisi di kalangan orang percaya zaman gereja mula-mula Petrus disalibkan dalam posisi tubuh terbalik).  Petrus mengalami bahwa penderitaan bukan melemahkan, tetapi menguatkan dan memurnikan imannya.  Petrus yakin dalam melewati penderitaan ia tidak sendiri, ada Dia bersama-Nya dalam penderitaan itu.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Anugerah-Nya akan menyertai dan menguatkan iman.  Jadi, mari terus yakini kita tidak sendirian saat menghadapi penderitaan.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar yakin ada Engkau bersamaku.  Sehingga persoalan demi persoalan dalam hidupku justru membuat imanku semakin kokoh.

TINDAKANKU
Hadapi persoalan dengan pemahaman dan sikap yang tepat, seperti nasihat-Mu hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«