suplemenGKI.com

Sabtu, 27 Juni 2015

26/06/2015

PENGAJARAN DAN PERKATAAN YANG BERKUASA

 

Lukas 4:31-37

 

Pengantar
Dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan bermartabat, maka pendidikan sangat diperlukan sekali agar masyarakat menjadi lebih baik dan bahkan semakin maju. Kalau masyarakat menganggap bahwa pendidikan sangat diperlukan maka itu berarti masyarakat tersebut membutuhkan pengajar-pengajar yang handal dan juga dapat dipercaya. Bagaimana pengajaran yang diberikan oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala dibandingan dengan Yesus?

Pemahaman
Ay 31, Apa yang Yesus lakukan di Kapernaum?
Ay 32, Apa tanggapan orang-orang terhadap pengajaran Yesus?
Ay 33-35, Apa yang terjadi dalam rumah ibadah tersebut?
Ay 36-37, Apa tanggapan orang banyak terhadap yang dilakukan oleh Yesus?

Dalam perjalanan di Kapernaum, Yesus menyempatkan diri untuk beribadah pada hari Sabat. Yesus diberikan kesempatan untuk mengajar, dan banyak orang terkagum-kagum dengan pengajaran Yesus. Mereka seringkali membandingkan pengajaran ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi, Imam-imam kepala dengan pengajaran Yesus. Mereka mendapati bahwa apa yang diajarkan Yesus lebih menarik dan mengagumkan, bukan hanya itu saja mereka juga merasakan bahwa pengajaran dan perkataan Yesus memiliki kuasa.

Hal ini terbukti, ketika dalam rumah ibadah tersebut ada orang yang kerasukan setan maka setan itupun juga tahu siapa sesungguhnya Yesus. Sehingga setanpun tunduk dan menuruti perintah Yesus untuk meninggalkan orang tersebut. Peristiwa ini membuat banyak orang semakin jelas bahwa apa yang diajarkan dan di katakan oleh Yesus lebih berkuasa dibandingkan dengan yang lain.

Pada bagian inipun kita juga bisa melihat bahwa setanpun juga mengakui keberadaan Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah.

Dari peristiwa ini, maka semakin tersiar kabar tentang pengajaran dan perkataan Yesus yang berkuasa.

Hal ini mengingatkan kita semua bahwa di dalam Yesus ada perkataan dan pengajaran yang berkuasa. Di dalam Yesus.  kuasa kegelapan di kalahkan.

Refleksi
Ambil waktu untuk  merenungkan : Apakah saya mengandalkan Tuhan ketika mengajar dan berkata-kata dengan orang lain?

Tekad
Ya, Tuhan sering kali kami mengandalkan kekuatan kami untuk mengajar dan berkata-kata kepada orang lain, kami lupa mengandalkan kekuatanMu yang mampu mengubah hati orang. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakan
Hari ini saya akan berkata-kata menggunakan kuasa Tuhan, tidak asal bicara namun berhikmat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«