suplemenGKI.com

Sabtu, 27 Juli 2013

26/07/2013

Lukas 11:1-13

 

Ada Kegigihan dalam Kesungguhan Doa

 

Pengantar
Mungkin kita sudah tidak asing dengan sebuah doa. Bahkan kita sudah terbiasa memanjatkan doa. Atau malah kita sudah memiliki berbagai macam doa baku yang sudah kita hafalkan. Perenungan kita hari ini berangkat dari kondisi orang yang seperti gambaran tersebut, namun tetap memiliki kerinduan untuk belajar berdoa.

Pemahaman
ay. 1: Mengapa Kristus berdoa? Kepada siapa Dia berdoa? Bukankah Dia adalah Allah? Mengapa pula para murid meminta agar Kristus mengajari mereka berdoa?

Pada waktu kita membaca bahwa Kristus berdoa, sesungguhnya kita sedang melihat salah satu wujud inkarnasi-Nya, yaitu di mana Dia sedang mengosongkan diri-Nya. Sebagai Allah, tentu saja Dia adalah Pribadi yang menjadi tujuan doa-doa kita. Kepada-Nyalah kita memanjatkan doa-doa kita. Namun Kristus sedang berinkarnasi menjadi manusia, tidak menganggap kesetaraan-Nya sebagai hak yang harus dipertahankan-Nya (Filp. 2:6). Karena itu Dia berdoa – memohon kepada Bapa – menjalani kehidupan manusiawinya dengan penuh ketaatan. Hal inilah yang seharusnya kita teladani sebagai manusia, terus menyatakan kebergantungan kita kepada Allah. Bukankah ada begitu banyak catatan yang diberikan oleh Lukas tentang Kristus yang berdoa? Dia berdoa ketika dibaptis (Luk. 3:21). Dia juga mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa (Luk. 5:16). Dia pergi ke bukit untuk berdoa semalam-malaman (Luk. 6:12). Dia berdoa seorang diri (Luk. 9:18). Dia sedang berdoa saat transfigurasi (Luk. 9:28-29). Kini, Dia berdoa  di salah satu tempat (Luk. 11:1).

Teladan Kristus dalam berdoa ini kemudian memicu para murid-Nya untuk meminta diajar berdoa, sama seperti Yohanes Pembaptis mengajar para muridnya berdoa. Sebenarnya para murid tidaklah asing dengan doa. Sebagai orang Yahudi mereka memiliki berbagai macam doa yang sudah terpola, yang dipanjatkan secara berkala. Akan tetapi nampaknya kemudian mereka melihat “jenis” doa berbeda yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis kepada para muridnya. Dan kini, mereka ingin memiliki doa sendiri, yang beda dari lainnya. Kalau kebanyakan doa orang Yahudi adalah doa-doa pemujaan, dan kemungkinan doa yang diajarkan Yohanes Pembaptis adalah doa permohonan, maka kemudian Kristus mengajarkan pola doa yang berbeda. 

ay. 5-8: Hal apakah yang diajarkan Kristus melalui kisah dua orang sahabat ini?
Selain pola doa, Kristus juga mengajarkan sikap dalam hal berdoa. Adalah suatu hal yang sangat penting untuk bersikap tekun dalam berdoa. Pintu rumah sahabat itu sudah tertutup, namun ketekunan dan kegigihan orang itu dalam meminta, membuat pintu yang sudah terkunci sekalipun menjadi dibuka kembali. Sikap seperti ini pulalah yang diajarkan Kristus di dalam Lukas 18:1, di mana Dia mengajarkan agar para murid berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Orang yang mengetuk pintu rumah sahabatnya itu sebenarnya memiliki seribu satu macam alasan untuk tidak meminta pertolongan sahabatnya tersebut. akan tetapi semua alasan itu tidak menghalangi dia untuk tetap pergi meminta. Bukankah Kristus menghendaki kita memiliki mental seperti orang tersebut? Kalau sahabat itu – di dalam segala keterbatasannya sebagai manusia – pada akhirnya tetap mau bangun dan memberikan pertolongan, mungkin meski dengan marah, apalagi Allah yang maha pemurah dan panjang sabar itu. Dia pasti tidak akan merasa terganggu dengan doa-doa kita.

Refleksi
Seberapa sering kita berdoa? seberapa sering kita berdoa dengan tekun? Acapkali kita kehilangan ketekunan dalam berdoa. Kita cenderung menginginkan doa sekali jadi. Bahkan kita berdoa sambil lalu. Kristus menghendaki kita untuk berdoa dengan kegigihan.

Tekad
Doa: Tuhan, ajarlah saya bukan hanya memanjatkan doa yang benar, tetapi juga berdoa dengan benar. Amin.

Tindakan
Mari kita cari dua hal yang dulu pernah kita doakan dan belum terwujud sehingga sudah tidak kita doakan lagi. Jadikanlah kedua hal itu sebagai pokok doa yang kita panjatkan setiap hari selama 40 hari ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«