suplemenGKI.com

Tetap Tegar Walau Dalam Ancaman

Kis 5:33-42

 

Pengantar
                Pernahkah saudara mengalami ketakutan, misalnya takut tidak dapat menyelesaikan kuliah, takut tidak dapat bekerja, takut tidak punya pasangan hidup, takut masa depan dll? Dan ketika anda sudah dapat melewati ketakutan-ketakutan tersebut, apa yang anda rasakan? Apakah senang, atau bahagia atau anda masih merasa takut kalau menghadapi persoalan-persoalan tersebut?

Mari kita belajar dari Petrus dan rasul-rasul ketika menghadapi ancaman di depannya.

Pemahaman
Ay 33, Mengapa orang-orang yang ada di Mahkamah Agama menjadi marah mendengar penjelasan Petrus dan rasul-rasul yang lain?
Ay 34-37, Apa yang dijelaskan Gamaliel kepada orang-orang yang ada di Mahkamah Agama?
Ay 38-39, Apa yang dinasehatkan Gamaliel kepada rekan-rekannya?
Ay 40-42, Apa yang terjadi dengan Petrus dan rekan-rekannya, dan apa yang dilakukan mereka setelah itu?

Pada bagian sebelum perikop ini diceritakan bahwa Petrus dan rekannya ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, namun Tuhan membebaskan mereka dengan keajaiban, pintu-pintu tetap terkunci namun Petrus dan rekannya dapat keluar dari penjara tersebut.

Ketika mereka mengajar di Bait Allah, mereka ditangkap kembali dan di perhadapkan dengan Mahkamah Agama. Kita tahu bahwa Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus dan tidak berani mengakui imannya di depan orang lain. Namun kini Petrus telah diubahkan oleh Tuhan Yesus menjadi Petrus yang berani menyaksikan imannya di hadapan Mahkamah Agama. Petrus sama sekali tidak gentar dan menerangkan bahwa Yesus yang telah mereka salibkan itulah yang diberitakan oleh Petrus dan rekannya.

Mendengar penjelasan Petrus, hati mereka sangat marah dan mereka bermaksud untuk membunuh rasul-rasul itu.

Gamaliel seorang Farisi yang disegani oleh mereka memberikan pemahaman kepada mereka yang di Mahkamah Agama. Gamaliel mengingatkan bahwa pernah terjadi orang-orang yang memberontak atau melawan pemerintahan yang ada (dalam hal ini Romawi), bahkan mereka membawa pengikut-pengikutnya, diantaranya Tadeus dan Yudas. Namun dalam pemberontakan itu mereka kalah dan ditinggalkan oleh pengikut-pengikutnya.

Gamaliel mempercayai kalau Petrus dan rekannya melakukan semuanya ini dari manusia pasti pekerjaan ini akan berhenti sendiri. Namun kalau Petrus dan rekannya melakukan semuanya ini dari Tuhan, maka tidak ada seorangpun dapat melenyapkan mereka, dan jangan-jangan kamu sedang melawan Allah. Rupanya nasihat dari Gamaliel ini diterima oleh mereka dan Petrus serta rekannya dibebaskannya. Orang-orang yang berada di Mahkamah Agama berpesan kepada Petrus dan rekannya itu supaya mereka jangan mengajar dalam nama Yesus.

Rupanya Petrus dan rasul-rasul yang lain, tetap memberitakan Injil tentang Yesus adalah Mesias di Bait Allah.

Refleksi
Renungkanlah: Pernahkah saudara menyaksikan Kristus kepada orang lain? Kalau belum pernah, apa alasan saudara? Jangan-jangan kita takut menyaksikan Kristus di dalam dunia ini?

Tekadku
Ya Tuhan, ampuni kami kalau kami takut menceritakan Engkau yang hidup dalam hidup kami. Berilah keberanian kepada kami untuk menyaksikan Engkau.

Tindakanku
Hari ini saya akan bersaksi tentang Kristus kepada teman saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«