suplemenGKI.com

SIAPAKAH KITA?

Efesus 2:1-5

 

PENGANTAR
Pertanyaan “siapakah kita?” mungkin mudah kita jawab, jika pertanyaan itu terkait identitas keluarga atau profesi.  Misalnya, saya putra pertama dari seorang ayah berprofesi pengajar.  Bagaimana jika pertanyaan itu terkait dengan status diri kita di hadapan Tuhan?  Coba kita renungkan, apa jawaban kita?  Rasul Paulus memberikan arahan siapakah sebenarnya ‘diri setiap orang’ di hadapan Tuhan.  Mari kita renungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Siapakah manusia sebelum mengalami perjumpaan dengan Kristus? (ayat 1-3)
  • Apa yang Kristus lakukan? Siapakah manusia setelah berjumpa dengan-Nya? (ayat 4-5)
  • Bagaimana kita menghargai karya Kristus dalam diri kita?

Melalui surat Efesus ini, Paulus dengan tepat merumuskan siapa manusia.  Tanpa Kristus semua manusia ‘mati karena pelanggaran & dosa, diperbudak berbagai macam bentuk dosa dan pantas dimurkai’.  Ketiga kata yaitu ‘mati, diperbudak & dimurkai’ menggambarkan keadaan manusia. Siapakah yang memperbudak?  Paulus menyebut tiga bentuk yaitu: jalan dan nilai-nilai duniawi yang menolak Allah, penguasa kerajaan angkasa yaitu iblis yang berusaha menyeret manusia serta hawa nafsu daging dan pikiran jahat.  Dari semua itu akhirnya perbuatan manusia mencerminkan perseteruannya dengan Allah.

Oleh sebab itulah, manusia pantas mendapat murka karena Allah benci dosa.  Allah murka karena dosa bukan karena temperamen Allah tak terkendali.  Murka Allah adalah respons-Nya ketika berhadapan dengan dosa.  Di hadapan Allah, setiap pribadi sebaik apapun tetap orang berdosa dan berada di bawah murka Allah.

Apakah tindakan Allah berhenti sampai di situ?  Tentu tidak! Apa yang Allah lakukan?  Ayat 4 “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus,..”  Kata “tetapi” dalam ayat 4 ini sangat penting, sebagai tindakan Allah memulihkan keadaan manusia yang mati, diperbudak dan dimurkai.  Kalimat “tetapi Allah” adalah kabar baik yang menyingkapkan besarnya anugerah Allah.  Inisiatif keselamatan datang dari Dia, sama sekali bukan hasil usaha manusia. Allah bertindak menyelamatkan sebagai bukti rahmat & kasih-Nya yang besar dilimpahkan-Nya bagi manusia.  Hanya karena relasi dengan Kristus maka kita mengalami besarnya anugerah dalam hidup. 

REFLEKSI
Mari berdiam diri di hadapan Tuhan dan memeriksa diri, siapakah kita di hadapan-Nya?  Apakah selama ini kita sudah menghargai rahmat dan kasih Allah yang besar, yang telah mengampuni dan menyelamatkan kita dari dosa?  Adakah kenikmatan dosa yang masih kita senangi?  Mari terbuka dan buka hati di hadapan Tuhan, agar Dia memampukan kita mengakui dan meninggalkan dosa sebagai wujud syukur akan anugerah-Nya. 

TEKADKU
Ya Tuhan kami mengakui di hadapan-Mu, inilah dosa dan kesenangan dunia yang masih kami hidupi sebagai murid-Mu.  Tolonglah agar kami sungguh-sungguh menghargai rahmat dan kasih-Mu yang telah menyelamatkan diriku.

TINDAKANKU

  • Aku mau terbuka mengakui kesenangan dan dosa yang menjauhkanku dari kasih Kristus
  • Aku mau menghargai kasih-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang menganggu relasiku dengan Tuhan dan sesama
  • Aku mau menuliskan pada kertas, menyerahkan kepada Tuhan dalam doa dan membuangnya sebagai wujud tekadku.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*