suplemenGKI.com

Hidup Benar Di Hadapan Tuhan

 

Wahyu 3:1-6

 

Pengantar
Menjalani hidup yang rutin sering kali membuat kita menjadi bosan. Apa lagi yang kita kerjakan dan lakukan hanya itu-itu saja, dan berulang-ulang  dari tahun ke tahun. Tentunya hal ini dapat membahayakan kehidupan kita, karena kita dapat kehilangan tujuan hidup ini, Mari kita mencoba mencermati apa yang terjadi dalam kehidupan jemaat di kota Sardis, sesuai dengan bacaan diatas.

Pemahaman

Ay 1-2,      Apa yang dikatakan Tuhan kepada jemaat di Sardis?

Ay 3,         Apa yang diharapkan Tuhan kepada jemaat di Sardis?

Ay 4-6,   Apa yang Tuhan katakan kepada beberapa orang yang di Sardis, dan apa janji Tuhan bagi orang-orang yang hidup benar dihadapan Tuhan?

Kota Sardis kota yang cukup terkenal pada zaman silam, kota ini juga terkenal dengan perusahaan pencelupan dan perusahaan wol. Dampak dari kota yang terkenal tumbuh juga prostitusi di situ. Jemaat di Sardis rupa-rupanya juga kena dampak negatif dari kota tersebut dimana prostitusi masuk ke gereja, dan banyak orang Kristennya yang berlaku seperti orang kafir atau tidak mengenal Tuhan. Mereka tetap beribadah kepada Tuhan namun mereka juga banyak yang melakukan prostitusi.

Hal inilah yang ditegur oleh Tuhan, mereka melakukan kegiatan sehari-hari termasuk beribadah namun mereka hidup dengan mencemarkan tubuhnya. Apa yang mereka lakukan di dalam Tuhan menjadi sia-sia karena hidup mereka terus tercemari dengan dosa prostitusi. Tuhan melihat bahwa sekalipun mereka hidup namun sesungguhnya mereka itu mati.

Maka Tuhan mengharapkan mereka segera sadar akan dosa-dosa dan segera berbalik kepada Tuhan. Mereka diingatkan Tuhan, waktu mereka menerima dan mendengar Injil dimana mereka menjadi percaya. Tuhan berharap mereka kembali kepada Injil dan hidup berjaga-jaga.

Tuhan juga memuji beberapa orang yang tidak mencemarkan dirinya, mereka ini termasuk kelompok orang-orang yang berjalan bersama dengan Tuhan dan memakai pakaian putih. Pakaian putih dikenakan pada mereka yang menjaga dirinya dari kecemaran dunia ini, pakaian putih juga dikenakan pada mereka yang tetap hidup benar di dalam Tuhan sampai akhir hidupnya.

Tuhan selalu mengingatkan mereka untuk berjaga-jaga, karena waktu Tuhan datangnya seperti pencuri, yang tidak diketahui oleh siapapun juga.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana saudara menjalani hidup di dunia ini? Apakah saudara kedapatan sebagai orang yang benar di hadapan Tuhan?

Tekad
Ya Tuhan ampunilah kami kalau kami berjalan mengikuti arus dunia ini, jadikanlah kami orang benar di hadapanMU, sehingga kami berani menolak ajakan dunia ini.

Tindakanku
Hari ini saya mau bertindak dengan benar baik melalui kata-kata, tindakan maupun pikiran saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*