suplemenGKI.com

Sabtu, 27 April 2019

26/04/2019

Bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23

Tema : Rasa takut diganti Damai Sejahtera

PENGANTAR
Setiap orang memiliki rasa takut. Takut terhadap masa depan, takut gagal, takut tidak lulus ujian, takut tidak diterima di perguruan tinggi, takut tidak mendapat jodoh bahkan takut pada kegelapan dan lain sebagainya.

Para murid Tuhan Yesus juga mengalami rasa takut. Setelah peristiwa penangkapan, penyiksaan, penyaliban dan kematian Yesus Kristus guru mereka, situasi dirasakan sangat mencekam dalam benak mereka. Dan bisa jadi hal itu juga menjadi mimpi buruk bagi mereka. Guru mereka telah mati dengan penderitaan yang amat sangat, melalui penyesahan dan penyaliban yang kejam. Dan sebagai murid-murid yang selalu bersama dengan Tuhan Yesus selama 3 ½  tahun mereka juga merasa terancam, dan hal itu menjadi alasan ketakutan mereka. Lalu, akankah perasaaan takut itu terus berlanjut ?

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana murid-murid mengatasi rasa takut yang mereka alami ? (ayat 19)
  2. Bagaimana Tuhan Yesus menolong murid-murid-Nya keluar dari rasa takut ? (ayat 20-23)

Sebagai murid Tuhan Yesus, mereka merasa terancam karena peristiwa yang menimpa Yesus Kristus guru mereka. Untuk mengatasi rasa takut yang mencekam tersebut para murid berkumpul di suatu tempat dengan pintu yang terkunci. Mereka merasa bahwa dengan mengunci semua pintu dan bersembunyi didalam  rumah mereka akan aman dan tidak ada orang Yahudi yang tahu keberadaan mereka. Dan itu merupakan satu-satunya cara bagi mereka dalam mengatasi perasaan takut yang mencekam. Dengan menyembunyikan diri mereka merasa aman, walaupun yang namanya perasaan takut itu juga tidak bisa disembunyikan. Perasaan takut, sedih, bingung menumpuk menjadi satu, bahkan mereka mengira bahwa masa depan mereka telah runtuh alias hancur.

Ditengah-tengah ketakutan para murid, disebuah rumah yang semua pintunya terkunci tiba-tiba Tuhan Yesus datang di tengah-tengah mereka, dengan sapaan “Damai sejahtera bagi kamu”. Melihat Tuhan Yesus tiba-tiba hadir dan memberi salam, mereka semakin takut. Namun ketika Tuhan Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya sontak wajah-wajah mereka berubah menjadi sukacita dan Tuhan Yesus kembali memberikan damai sejahtera kepada para murid. Damai sejahtera Kristus inilah yang dibutuhkan oleh para murid. Damai sejahtera itu mengubah ketakutan menjadi sukacita. Mereka tidak perlu takut lagi karena Tuhan Yesus akan selalu hadir ditengah-tengah mereka. Dan untuk meyakinkan mereka bahwa Tuhan Yesus selalu hadir maka Tuhan Yesus menghembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus”. Dengan demikian mereka akan terus mengalami sukacita dan damai sejahtera.

Sebagai umat percaya, kita juga yakin bahwa Damai sejahtera sangat kita butuhkan dalam kehidupan kita. Dan damai sejahtera itu ada di dalam nama Tuhan Yesus. jika kita perlu damai sejahtera, maka mintalah kepada Tuhan Yesus yang empunya damai sejahtera. Niscaya Tuhan Yesus akan memberikan kepada kita.

REFLEKSI
Renungkanlah ! Pernahkah saudara merasa takut, sedih, gelisah, putus asa ? bagaimana saudara mengatasi semua perasaan tersebut ?

TEKADKU
Ya Tuhan saya percaya kepada-Mu, bahwa Engkau sanggup mengganti rasa takut itu dengan damai.

TINDAKANKU
Terus berdoa dan percaya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«