suplemenGKI.com

Sabtu, 27 April 2013

26/04/2013

Yohanes 13:21-30

 

Kebersamaan Yang Berakhir Dengan Pengkhianatan.

 

Pengantar:
            Alangkah menyedihkan apabila kita telah menjalin kebersamaan yang indah sekian lama dengan seseorang namun berakhir dengan pengkhianatan. Mungkin kita pernah mendengar nama atau nonton film-2 yang dibintangi oleh dua artis Hollywood, Gwyneth Paltrow dan Winona Ryder. Kedua artis ini dulu sangat bersahabat, mereka tidak terpisahkan. Keduanya menjadi akrab saat Paltrow menjalin cinta dengan Ben Affleck sedangkan Winona membina hubungan dengan Matt Damon. Sampai akhirnya dikabarkan Paltrow mendapatkan peran di film “Shakespeare In Love” Persahabatan kedua artis itu berubah menjadi permusuhan. Kabarnya, Paltrow mencuri peran tersebut dari Winona. Dan Winona semakin terluka saat Paltrow memenangkan Piala Oscar lewat aktingnya di film itu. Keduanya kini dikabarkan tidak pernah lagi saling bertegur sapa. Hari ini kita melihat bagaimana pedihnya hati Yesus yang dikhianati oleh murid-Nya sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa makna pernyataan Yesus di ayat 21? Apa pula makna sikap murid-2 yang saling pandang dan bertanya satu dengan yang lain setelah mendengar pernyataan Yesus?
  2. Apa makna jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid yang duduk di dekat-Nya? (25-26)
  3. Apa yang membuat Yudas mengkhianati Tuhan Yesus yang adalah gurunya?

Pemahaman:
            Yohanes 13:21-30, adalah mungkin catatan terakhir tentang suasana kebersamaan murid-2 secara komplit dengan Yesus, karena setelah itu Yudas pasti tidak bersama-sama dengan Yesus dan murid-2 lain lagi. Dalam benak murid-2, mereka pasti ingin menikmati keindahan kebersamaan itu, namun ketika Yesus mengungkapkan pernyataan bahwa ada seorang di antara murid-2 akan menyerahkan diri-Nya maka tentu suasana segera berubah menjadi kegelisahan. Hal itu tergambar dari pernyataan “Ia sangat terharu” demikian juga dengan murid-2, mereka segera mencari tahu siapa yang dimaksud Yesus. Tentu suasana kehangatan, kegembiraan menjadi berubah penuh dengan tanda tanya. Sikap para murid yang saling pandang tentu mengundang kecurigaan satu dengan yang lain. Hal itu semakin menambah runyam suasana.

            Yesus yang secara jelas menjawab pertanyaan murid-2 yang menanyakan siapa yang dimaksud, sebetulnya merupakan puncak keharuan dan kesedihan-Nya karena akan dikhianati oleh murid-Nya sendiri (v. 26) Jawaban Yesus menjadi semakin jelas ketika Dia memberikan roti kepada Yudas. Ini tentu bukan hal yang mudah bagi Yesus maupun murid-2 yang lain, karena mungkin selama ini murid-2 tidak pernah menduga kalau seorang Yudas akan mengkhianati Yesus gurunya. Hal itu terlihat dari asumsi murid-2 yang mengira bahwa Yesus mungkin menyuruh Yudas membeli apa-apa yang diperlukan untuk perayaan malam terakhir (v. 28-29) Tetapi Yudas sesungguhnya sudah dikuasi oleh iblis, sehingga sesudah menerima roti dari Yesus dia pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Memang ketika hati dikuasai oleh kejahatan, maka kepedulian, rasa kebersamaan menjadi musnah dengan segera. Itulah juga yang terjadi dengan Yudas.

Refleksi:
            Mari merenung sejenak, dan dengan jujur kita memeriksa hati kita masing-2, apa yang kita rasakan ketika kita dikhianati oleh orang dekat kita. Dan bagaimana perasaan kalau ternyata kita juga pernah mengkhianati orang dekat kita. Jika kita mesara tidak ada damai, sedih dan haru berarti kita diingatkan untuk tidak mengulanginya lagi, dan Tuhan masih mengingatkan kita.

Tekad:
            Tuhan ampuni saya jika saya pernah mengkhianati orang lain, atau mungkin mengkhianati Engkau, kuatkan saya agar tidak melakukannya lagi.

Tindakan: 
            Mulai hari ini saya harus menjaga hati dan emosi saya agar tidak terjatuh dalam dosa mengkhianati orang lain, terutama Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»