suplemenGKI.com

Lukas 14:1-6.

 

Peraturan VS Menolong

Pengantar:
Pada suatu hari seorang karyawan terlambat datang ke kantor. Keterlambatan itu bukan karena sengaja, tetapi karena menolong seorang ibu yang mengalami kecelakaan saat mengantar anaknya ke sekolah. Akibat kecelakaan tersebut ia tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah karena mengalami cidera. Karyawan ini prihatin dengan keadaan itu, kemudian dia menawarkan diri untuk menolong mengantar anak itu ke sekolahnya, kebetulan ibu itu adalah satu gereja dengannya. Setelah itu, iapun melaju ke kantornya. Sesampai di kantor, ia telah ditunggu oleh bosnya. Ia menjelaskan alasan keterlambatannya, namun bosnya yang juga satu gereja dengan dia dan ibu yang kecelakaan tadi, tetap tidak bisa menerima alasan itu. Sambil menunjukkan peraturan di kantornya, “karyawan yang datang terlambat apapun alasannya akan dipotong gajinya” Karyawan itu siap menerima konsekuensi dari bosnya.

Pemahaman:

  1. Dalam rangka apakah perjamuan makan yang diadakan oleh pemimpin farisi itu? (v. 1)
  2. Bagaiaman sikap Yesus ketika berhadapan dengan peraturan dan orang sakit? (v. 2-6)

Tradisi perjamuan makan merupakan salah satu kegiatan sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat Yahudi. Karena kegiatan perjamuan makan itu adalah sifatnya sosial, maka yang datang juga berasal dari berbagai kalangan dan status sosial. Walau demikian diskriminasi berdasarkan status sosial tetap menjadi pemandangan utama sekalipun dalam acara sosial. Mereka yang berstatus sosial tinggi diberikan tempat duduk yang terhormat,  yang status sosialnya rendah kebanyakan berdiri menunggu giliran untuk menikmati jamuan makan. Kedatangan orang sakit yg tiba-tiba adalah terkait dengan statusnya. Kemungkinan dia berhasil menerobos keramaian orang yang berdiri, dan mengambil posisi di depan Yesus.

Yesus segera memperhatikan orang yang sakit itu, walaupun Yesus tahu bahwa para pemimpin agama Yahudi sedang memperhatikan apa saja yang akan dilakukan-Nya, apalagi saat itu adalah hari sabat, agar mereka dapat mempersalahkan Yesus jika Yesus melakukan sesuatu yang dipandang melanggar peraturan sabat. Pertanyaan Yesus di ayat 3 bukan karena Yesus ingin meminta izin kepada mereka, tetapi Yesus hendak menunjukkan mana yang lebih penting menolong orang yang sakit atau mempertahankan peraturan. Yesus rupanya memakai kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa menolong orang sakit jauh lebih penting dari pada peraturan sabat. Ini mengajar kepada kita agar mampu membedakan antara yang penting dan peraturan yang mengikat sehingga kesempatan menolong orang terabaikan.

Refleksi:
Seringkali kita tidak bisa membedakan antara tindakkan menolong dengan kukuh berpegang pada peraturan, akibatnya menghambat orang untuk menikmati kasih Kristus.

Tekad:
Tuhan, ampuni aku jika seringkali karena berpegang pada prinsip peraturan aku justru menghalangi orang lain untuk menikmati kasih anugerah-Mu.

Tindakkan:
Tegas memprioritaskan agar orang mengalami kasih Tuhan Yesus dari pada berpegang pada prinsip hanya karena peraturan manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*