suplemenGKI.com

Matius 16:21-28

SYARAT UTAMA MENGIKUT TUHAN

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

1. Ayat 21: Sebelum Yesus pergi dan mengutus para muridNya, apa yang Yesus ceritakan kepada para murid tentang apa yang akan dialamiNya?

2. Ayat 22: Bagaimana reaksi Petrus terhadap apa yang disampaikan Yesus?

3. Ayat 23: Mengapa Yesus menegur Petrus dengan keras dan menyebut, “Enyahlah Iblis!” (hubungkan jawaban Anda dengan penjelasan Yesus di ayat-ayat berikutnya)

4. Menyimpulkan pengajaran Yesus pada bacaan hari ini, konsekuensi hidup seperti apa yang akan dialami (bahkan melekat) oleh orang-orang yang mengikut Dia dengan sungguh-sungguh?

5. Bagaimana menurut Anda tentang orang-orang yang hanya mengejar kesenangan dunia dalam/melalui kekristenan itu sendiri? Apakah itu sejalan dengan pengajaran Yesus?

RENUNGAN

Sebelum Yesus pergi meninggalkan para murid dan mengutus mereka terjun dalam dunia pelayanan yang sesungguhnya, Yesus berpamitan dan menceritakan apa yang akan dialamiNya. Yesus menceritakan bahwa ia akan segera dihadapkan pada penderitaan yang memang sudah Allah tentukan untuk ditanggungNya, Ia akan disiksa, dibunuh dan mati, lalu bangkit pada hari yang ketiga. Tentang kebangkitan itu sendiri rupanya tidak terlalu berkesan mendalam pada pikiran Petrus. Cerita bahwa Yesus, Guru yang dikasihinya itu akan mengalami aniaya dan mati, itulah yang lebih tertanam dalam diri Petrus sehingga ia segera bereaksi keras menolak perkataan Yesus. Petrus tidak ingin Yesus menderita, bahkan ia memohon kepada Allah untuk menjauhkan itu dari Yesus. Sungguh menarik adalah respon Yesus terhadap perkataan Petrus. Yesus tidak lagi melihat bahwa perkataan itu keluar dari diri Petrus, melainkan itu semua berasal dari Iblis. Yesus mengusir dan menegaskan bahwa pikiran untuk menyingkirkan penderitaan Yesus itu adalah pikiran manusia yang jahat, tidak sejalan dengan pikiran Allah. Dan kemudian Yesus melanjutkan dengan mengajar para murid bahwa untuk mengikut Tuhan, mereka harus mau memikul salib dan menyangkal diri. Atau dengan kata lain siap untuk menahan segala kehendak diri yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, siap menanggung derita dalam berbagai bentuk yang ada. Walau dalam pandangan dunia mereka seperti orang yang ‘kehilangan nyawanya’ tetapi ketika mereka melakukan itu untuk Tuhan, Yesus berjanji bahwa pada saat itu mereka justru sedang memelihara nyawanya.

Semua itu adalah proses yang tidak bisa dilepaskan dari jalan hidup mengikut Tuhan, sebab melalui itu semua, Allah akan menilai siapa kita. Apakah kita mengikut Dia dengan sungguh dan setia? Atau hanya ikut-ikutan? Atau mengikut Tuhan hanya untuk ‘memanfaatkan Tuhan’ memenuhi keinginan-keinginan kita? Semuanya akan teruji melalui waktu dan proses pikul salib serta menyangkal diri.

Tuhan Yesus menegur Petrus dan juga kita semua, bahwa jika kita hanya menginginkan yang enak-enak, yang ringan, yang mudah, yang cepat, tanpa mau memikul salib Tuhan dan menyangkal diri, kita perlu berhati-hati sebab bisa jadi pikiran dari si jahat sedang mempengaruhi kita.

Kesenangan dan kedukaan di dunia ini hanya sementara, karena itu kejarlah kesenangan yang abadi dan kedukaan yang ilahi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«