suplemenGKI.com

BERTOBAT DAN MERUBAH POLA PIKIR

Yehezkiel 18 :  1-4 ; 25 – 32

 

PENGANTAR
Ketika seseorang hidup dalam keterpurukan dan penderitaan yang hebat, bisa saja orang tersebut justru menyalahkan orang lain. ia merasa bahwa penderitaan dan keterpurukannya disebabkan oleh si A atau si B atau bahkan disebabkan oleh orang-orang terdahulu. Bahkan yang lebih tragis adalah menyalahkan Tuhan.

Dalam renungan hari ini kita akan belajar penderitaan yang dialami oleh umat Tuhan dan bagaimana mereka menyikapinya.

PEMAHAMAN

  1. Dalam penderitaan yang dialami umat Tuhan, mereka mengeluarkan kata-kata sindiran begini, “Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu ? Apa maksud dari sindiran ini ? ( ayat 1-4 )
  2. Mengapa mereka berani berbantah dengan Tuhan dengan mengatakan bahwa tindakan Tuhan tidak tepat ? ( ayat 25-28 )
  3. Apa yang harus umat Tuhan lakukan agar mereka memahami penderitaan dan dapat menerima anugerah Allah ? ( ayat 30-35 )

Penderitaan  dan keterpurukan umat Tuhan ( Yehuda ) adalah akibat kesalahan dan dosa mereka sendiri. Namun mereka tidak menyadari akan hal itu. Alih-alih mereka menyadari, yang terjadi justru mereka melempar kesalahan dengan menuduh bahwa penderitaan yang mereka alami adalah akibat dari dosa orang tua mereka. Kata-kata sindiran, “ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya yang ngilu”. Bukankah ini merupakan sikap yang tidak bertanggungjawab dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Bahkan yang lebih parah adalah umat Tuhan ( Yehuda ) berani berbantah dengan Tuhan. Mereka tidak mau menerima hal ini dan mereka mempersalahkan keputusan Tuhan, mereka berkata bahwa tindakan Tuhan tidak tepat ( ayat 25,29 ) atau tidak adil. Disini mereka tidak bisa melihat anugerah Allah dan kebaikan Allah dan mereka tidak bisa mengintropeksi diri, bahwa penderitaan yang sedang mereka alami adalah hukuman Tuhan Allah, akibat kesalahan mereka. Tabiat dosa yang telah memasuki kehidupan manusia sejak Adam, yaitu berdalih untuk membenarkan diri dan melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Namun Tuhan Allah itu penuh kasih sayang,  walaupun Tuhan melihat umat-Nya menuduh bahwa Tuhan tidak adil, Tuhan Allah masih menyerukan kepada umat-Nya agar bertobat.  Katanya, “Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu” (30), “buanglah dari padamu segala durhaka” (31) dan “Bertobatlah supaya kamu hidup” (ayat 32). Seruan pertobatan dari Tuhan membuktikan kasih sayang Tuhan yang masih memberi kesempatan agar umat-Nya bertobat dan membaharui diri dengan percaya dan berserah kepada Tuhan. Sesungguhnya cinta kasih Tuhan bagi kita umat percaya juga demikian. 

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Jika anda menderita karena kesalahan anda, apa yang anda lakukan ? menyalahkan orang lain atau bertobat ? 

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya karena seringkali ketika saya bersalah, saya tidak menyadari akan kesalahan saya tapi justru menuduh kepada orang lain. tolonglah saya supaya saya dapat menyadarinya. Ampunilah saya. 

TINDAKANKU
Saya akan meminta maaf kepada orang yang saya tuduh mengakibatkan saya menderita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*