suplemenGKI.com

Sabtu, 26 Maret 2016

25/03/2016

Paskah – Tuhan kita tidak ada di dalam kubur!

Yohanes 20:1-10

 

Pengantar

Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi, saat Paskah Yahudi sedang berlangsung. Ayat 1 menyebut Maria Magdalena pagi-pagi buta pergi ke makam Yesus. Lukas yang teliti (lihat pula Matius) menyebutkan beberapa perempuan pergi ke sana untuk membalsami jenazah Guru mereka pagi itu. Namun Yohanes 20:2 menyebutkan pula Maria melaporkan “…kami tidak tahu…”, yang mungkin saja menyiratkan ada orang lain bersamanya ke makam itu. Yohanes (juga Markus) mungkin mempunyai fokus sendiri dalam beritanya, tanpa merasa perlu memerinci hal-hal lainnya. Di sini dilukiskan secara mencekam reaksi para pengikut setia Yesus, ketika menyaksikan jenazah sang Guru tidak ada lagi di makam itu.

Pemahaman

Ay. 1-7  : Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Ay. 8-10: Bagaimana respon para murid?

Apa yang dijumpai di makam itu tentu sangat mengejutkan dan tambah menusuk perasaan para murid yang baru saja kehilangan Guru mereka dengan cara yang sangat tragis.

Maria mungkin sangat panik dan (bersama para perempuan lainnya berhamburan) berlari melapor ke perkumpulan mereka dengan histeris.Petrus dan seorang murid lainnya yang dilapori langsung lari lintang pukang ke makam. Murid lainnya itu bahkan melesat mendahului Petrus, meski langkahnya terhenti di depan makam, menyaksikan jenazah sang Guru memang tidak ada di situ. Sementara Petrus yang impulsif terus berlari menerobos ke dalam makam.Walaupun sempat terpana, murid kesayangan tadi akhirnya ikut masuk.

Ayat 8 mengatakan murid itu “melihatnya dan percaya”, tanpa menyebut apa yang ia percayai. Ayat 9 menjelaskan “karena mereka masih tidak mengerti … bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati” (lebih harfiahnya).Mungkin maksudnya murid itu percaya laporan Maria (ayat 2). Walaupun ada pula yang lebih suka menafsirkan dia percaya sang Guru telah bangkit.

Setelah melihat semua itu, dua murid itu pun kembali pergi begitu saja dari sana ke Yerusalem. Tentu mereka kembali ke tempat menginap atau berkumpul dengan para murid lainnya selama di kota itu (lihat 20: 19 dst).

Refleksi

Sikap panik dan putus-asa setelah mengalami peristiwa mengerikan dan amat menyedihkan bisa membuat orang tidak lagi mampu memahami apa yang sedang terjadi.

Tekad

Memancarkan semangat positif selayaknya hidup sebagai umat Tuhan (yang hidup, bukan yang mati dan dicuri orang) dalam menghadapi apa yang sedang dan mungkin terjadi.

Tindakan

Lebih bersemangat menghadapi hidup, dengan sabar dan waspada

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«