suplemenGKI.com

Sabtu, 26 Juni 2021

25/06/2021

MEMBERI DENGAN HATI YANG BARU

2 Korintus 8 : 7-15 ( 1-15 )

 

PENGANTAR
Memberi merupakan sebuah unsur penting yang harus dimiliki oleh umat percaya. Tuhan Yesus sendiri dalam setiap karya pelayanan-Nya, Dia selalu memberi dan mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk selalu memberi. Bahkan salah satu ucapan Tuhan Yesus yang tidak muncul dalam Injil namun di ingat dan diucapkan oleh rasul Paulus adalah, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima ( Kis 20:35 ). Dalam ayat ini tidak berarti bahwa yang menerima tidak bahagia. Bukan di situ poin-nya. Tetapi ada yang ingin ditegaskan dan diajarkan kepada kita yaitu tentang kebahagiaan memberi dengan belajar dari kelompok orang-orang percaya yang ada di Makedonia yang mengerti apa artinya kebahagiaan dalam memberi.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana rasul Paulus menasehati jemaat Korintus dalam hal memberi ? (ayat 7-8).
  2. Apa dasar nasehat rasul Paulus ? ( ayat 9, 12 ).
  3. Bagaimana rasul Paulus mendorong jemaat Korintus dalam hal memberi dan dampaknya bagi orang lain dan bagi diri sendiri ? ( ayat 10-11,13-15 )

Di dalam perikop kita dijelaskan bahwa ada kelompok jemaat atau umat percaya di Makedonia yang memberikan bantuan kepada jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kesulitan dan penderitaan. Mereka adalah gereja-gereja yang ada di propinsi Makedonia seperti kota Filipi, kota Tesalonika, kota Berea dan yang lainnya. Mereka telah memberi dengan kemurahan (2) dan mereka telah memberi menurut kemampuan mereka bahkan melampaui kemampuan mereka (3). Dan apa yang dilakukan oleh jemaat Makedonia, itu berarti mereka telah mengambil bagian dalam pelayanan orang-orang kudus (4).

Tujuan rasul Paulus menyebut nama jemaat Tesalonika adalah supaya jemaat Korintus turut mengambil bagian dalam pelayanan kasih kepada jemaat di Yerusalem. Jemaat  Korintus adalah jemaat yang kaya dalam segala hal, maka selayaknya mereka juga kaya dalam pelayanan kasih kepada jemaat lain yang sangat membutuhkan. Bahkan rasul Paulus mengingatkan bahwa dasar dari memberi adalah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus (9). Maka pengenalan terhadap kasih karunia Kristus harus diwujudnyatakan dalam hal memberi. Hal itu harus segera dilaksanakan, dengan apa yang ada pada jemaat Korintus (11) dan dengan kerelaan hati ( 12). Maka pemberian mereka akan sangat berguna untuk menolong meringankan beban orang lain/jemaat lain (13-14). Jika seseorang mengalami anugerah Allah dalam hidupnya maka ia  akan dapat memberi dengan hati yang baru bahkan mampu memberi dirinya kepada Allah. Oleh karena itu ijinkan anugerah Allah bekerja dalam diri anda.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Bagaimana perasaan anda ketika memberi ? Sedih atau bahagia ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah saya untuk dapat memberi diri sesuai dengan anugerah  Allah yang besar.

TINDAKANKU
Dalam minggu ini saya akan memberi kepada orang yang sedang kesusahan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«