Sabtu, 26 Juni 2010

25/06/2010

Lukas 9:51-62

Mengikut Yesus

Setelah Yesus berada di Galilea, tibalah waktuNya Yesus menuju kota Yerusalem. Para rombongan sengaja melewati kota Samaria untuk disinggahi oleh Yesus. Sehingga dalam perjalanan di kota Samaria, murid-murid mempersiapkan segala sesuatu untuk gurunya. Namun diluar perkiraan mereka, ternyata orang-orang Samaria tidak mau menerima rombongan mereka.

  1. Mengapa orang-orang samaria tidak mau menerima rombongan Yesus?
  2. Apa yang terjadi pada diri murid-muridNya, ketika mereka ditolak oleh orang-orang Samaria?
  3. Apa yang Yesus ajarkan memalui peristiwa ini kepada murid-muridNya?
  4. Bagaimana sesungguhnya sikap orang untuk menjadi pengikut Yesus?
  5. Hal apakah yang Yesus ajarkan tentang menjadi pengikutNya?

Renungan.

Permusuhan antara orang-orang Samaria dan orang-orang asli Yahudi, terus berkecamuk, sekalipun tidak dengan mengangkat senjata, namun mereka saling membenci. Bagi orang-orang Yahudi, orang Samaria dianggap orang lain bahkan asing, karena mereka telah mengadakan perkawinan campur antara orang asli Yahudi dengan orang-orang yang bukan Yahudi. Orang Yahudi beranggapan bahwa mereka (orang Samaria) bukan orang Yahudi lagi, maka tidak dilarang oleh hukum kalau orang asli Yahudi memperlakukan mereka sebagai orang yang lain atau asing.

Oleh sebab itu tidaklah mengherankan ketika Tuhan Yesus dan murid-muridNya singgah di kota Samaria namun ditolak oleh orang-orang Samaria. Penolakan ini membuat murid-muridNya (orang asli Yahudi) marah sekali dan meminta kepada Tuhan Yesus untuk mengijinkan api turun dari langit yang akan membinasakan semua orang-orang Samaria.

Terhadap sikap murid-muridNya yang juga membenci orang-orang Samaria, Tuhan Yesus menegur murid-muridNya yang berlaku sama dengan orang dunia. Lalu Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana mengikut Yesus yang benar.

Pertama, mengikut Tuhan Yesus bukan sekedar mencari materi, karena Yesus tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya. Sebagai pengikut Yesus kita siap untuk menderita bersama-sama dengan Yesus sang pemimpin kehidupan kita

Kedua, mengikut Tuhan Yesus merupakan keputusan yang penting dan harus segera diambil, bukan ditunda-tunda dengan berbagai macam alasan yang ada. Alasannya antara lain, menguburkan bapanya, atau berpamitan dulu dengan keluarganya. Jadi keputusan mengikut Yesus itu adalah keputusan pribadi bukan bergantung dengan keadaan atau orang lain disekitar kita.

Ketiga, mengikut Tuhan Yesus berarti siap untuk maju kedepan, melihat ladang yang telah menguning bukan melihat hanya masa lalu dirinya saja. Mengikut Tuhan Yesus berarti siap dipakai oleh Tuhan untuk hal-hal yang kini dan akan datang sesuai dengan rencanaNya.

Bagaimana dengan sikap kita kala kita menjadi pengikut Tuhan Yesus? Apa yang kita cari waktu kita menjadi pengikut Tuhan Yesus? Apa yang kita kejar selagi berada dalam dunia ini? Adakah kerinduan kita untuk terus menerus menjadi pengikut Tuhan Yesus yang berkenan kepadaNya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«