suplemenGKI.com

I Korintus 12:19-31

PERSEKUTUAN YANG KUAT DAN TEGUH

Pengantar
Apa yang terjadi apabila pada tubuh manusia hanya ada kaki ? Atau bagaimana jika seluruh tubuh manusia hanya terdiri dari mata? Akankah tubuh bisa berjalan tanpa kaki? Atau bisakah tubuh melihat tanpa mata? Seringkali perbedaan menjadi sumber masalah. Hal itu disebabkan karena kita tidak sadar bahwa sejak semula allah telah menciptakan perbedaan. Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan, bukan menjadi kelemahan bahkan menjadi biang perpecahan.

Perhatikan anak kembar, apakah ada perbedaan secara fisik maupun psikologis? Tentu ada. Setiap orang memang berbeda. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan semuanya itu? Khususnya jika kita bicara dalam konteks persekutuan atau konteks gereja? Adakah manfaatnya?

Pemahaman
Ayat 19-24           Kenyataan apa yang dipaparkan Paulus dalam suratnya terkait perbedaan yang ada dalam tubuh jemaat ?
Ayat 25-31           Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berbeda dalam persekutuan?

Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Korintus bahwa setiap orang dalam persekutuan memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Kadangkala jika di cermati ada anggota-anggota dalam persekutuan yang dianggap sepele justru memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Oleh karena itu Paulus mendorong anggota jemaat di Korintus untuk saling menghormati (ayat 19-24).

Paulus mendorong jemaat agar hidup saling memperhatikan dan membangun kepedulian dan bela rasa. Hal-hal itu sangat penting untuk dilakukan. Persekutuan tidak akan pernah utuh jika setiap orang tidak memiliki keinginan untuk hidup bersama. Persekutuan tidak akan pernah kuat jika masing-masing anggota tidak saling memperhatikan. Persekutuan tidak akan harmonis jika satu dengan yang lain hidup dalam ketidak pedulian.

Itulah sebabnya Paulus mendorong agar jemaat mengedepankan hal-hal yang lebih penting bagi persekutuan ketimbang kepentingan pribadi.

Untuk menjadi gereja yang kuat maka umat di masa sekarang dituntut untuk dapat hidup bersama. Setiap orang saling memperhatikan, memiliki kepedulian dan bela rasa. Tanpa itu maka gereja atau persekutuan akan menjadi hambar dan kehadirannya tidak menjadi terang dan berkat bagi masyarakat.

Refleksi
Ditengah situasi dan kondisi saat ini, berbagi perhatian, kepedulian dan bela rasa adalah sangat langka. Ketika semua orang hanya berpikir tentang dirinya, persekutuan rentan terhadap perpecahan. Allah menghendaki agar umat hidup saling memperhatikan, peduli dan memiliki bela rasa. Hanya sikap-sikap yang demikian yang dapat menjadikan gereja atau persekutuan menjadi hidup dan mencerminkan kehadiran Tuhan

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup saling memperhatikan. Mampukan kami juga peduli dan berbela rasa satu dengan yang lain. Jangan biarkan kami hidup dalam keegoisan

Tindakanku
Saling menyapa dan memberikan perhatian kepada teman dalam persekutuan. Saling peduli dan berbela rasa pada rekan di persekutuan yang mengalami pergumulan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«