suplemenGKI.com

Lukas 2:41-47.

 

Yesus berada di bait Allah (1)

Pengantar:
Suatu ketika saat saya sedang jalan-jalan di sebuah mall, tiba-tiba operator mall tersebut menyampaikan suatu pengumuman bahwa telah hilang seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dengan ciri-ciri yang jelas. Pengumuman itu disampaikan berulangkali selama kurang lebih sepuluh menit. Ada seorang ibu kemudian berkomentar “Itu yang salah adalah orangtuanya, seharusnya kalau jalan-jalan di mall anaknya harus selalu dipegang tangannya” Setelah beberapa waktu, anak itu ditemukan dan diserahkan kepada ibunya. Sang ibu sangat marah, sehingga tidak bisa menahan diri, dia memukul, mencubit dan memarahi anaknya dengan tidak menghiraukan sekelilingnya yang sedang menyaksikan kemarahannya itu. Saya mencoba memahami perasaan ibu tersebut, dia pasti sangat panik, kesal dan kuatir ketika anaknya hilang. Bagaimana dengan Yusuf dan Maria ketika Yesus tidak bersama mereka?

Pemahanan:

  1. Dalam rangka apakah keluarga Yusuf, Maria dan Yesus berada di Yerusalem?
  2. Bagaimana sikap Yusuf dan Maria ketika Yesus tidak bersama mereka?

Setelah kelahiran Yesus, Alkitab tidak mencatat tentang informasi mengenai Yesus sejak masa kecil-Nya. Kita baru menjumpai kembali kisah Yesus di usia 12 tahun saat Dia berada di Bait Allah di Yerusalem. Hadirnya Yesus di Bait Allah dilatar belakangi oleh sebuah kegiatan rutin umat Allah dari berbagai-bagai tempat, bahwa setiap hari raya paskah mereka berziarah ke Bait Allah di Yerusalem. Kegiatan itu diikuti oleh segala usia, terutama bagi anak laki-laki seperti Yesus, dalam rangka mempersiapkan untuk menjadi anak laki-laki dewasa yang wajib mengamalkan ritual keagamaan agama Yahudi. Dalam agama Yahudi, anak laki-laki usia 13 tahun wajib menjadi “anak taurat” agar memahami agama Yahudi.

Setelah acara ritual usai, semua orang pulang ke daerahnya masing-masing, demikian juga keluarga Yusuf. Tetapi setelah menempuh sehari perjalanan pulang, Yusuf dan Maria tidak melihat Yesus bersama-sama rombongan. Maka kembalilah mereka mencari Yesus di Yerusalem. Tentu perasaan mereka sangat gusar, marah dan kuatir, karena anak mereka tidak bersama dengan mereka. Setelah tiga hari mencari, ternyata Yesus ada di Bait Allah. Namun dibalik perasaan mereka yang bercampur aduk bahkan mungkin marah itu, mereka mendapatkan sesuatu yang membuat mereka sadar bahwa Yesus adalah seorang pribadi yang istimewa yang berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya (dilanjutkan besok)

 

Refleksi:
Mari kita tenang sejenak. Pernahkan kita berpikir bahwa di balik peristiwa yg mencemaskan sekalipun sebenarnya Tuhan sedang mendidik kita untuk melihat hal-2 istimewa di baliknya?

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah aku agar ketika menghadapi suatu peristiwa yang mencemaskan, aku tidak menjadi cepat untuk marah, putus asa atau menyalahkan orang lain, supaya aku dapat melihat makna di balik peristiwa tersebut.

 

Tindakan:
Aku mau belajar tenang ketika menghadapi suatu peristiwa atau kejadian yang mencemaskan, supaya aku dapat melihat makna di balik peristiwa itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*