suplemenGKI.com

Sabtu, 25 Mei 2019.

24/05/2019

Wahyu 22:1-5.

 

“Kebahagiaan Hidup Sebagai Warga Kota Allah”

 

Pengantar
Kitab Wahyu banyak berisikan penglihatan, lambang, tanda, bilangan serta hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran Tuhan Yesus kepada Yahudi. Menurut para Ahli, kitab Wahyu ini ditulis oleh Rasul Yohanes Bin Zebedeus, penerima kitab ini yaitu 7 Jemaat di Asia Kecil. Tujuan penulisan kitab ini yaitu guna meneguhkan iman jemaat, ketetapan hati dan kesetiaan mereka kepada Yesus Kristus serta untuk memberi semangat kepada mereka, agar mereka menjadi pemenang dan setia sampai mati sekalipun. Hari ini kita akan menelusuri gambaran hidup bahagia sebagai warga kota Allah .

Pemahaman:

  1. Apakah yang dapat kita pahami melalui gambaran penglihatan Yohanes di v. 1-2?
  2. Bagaimanakah keadaan kehidupan di Yerusalem yang baru? (v. 3-5)

Dalam Wahyu 22:1-2 dijelaskan tentang bagaimana sang Malaikat menunjukkan sebuah sungai kepada Yohanes. Di tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. Dalam penglihatan Yohanes tersebut, ada Tahkta Allah berada di tempat yang paling tinggi, Yohanes melihat sebuah sungai yang mengalir ke tengah kota, di mana di tengah jalan kota ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah memberi kehidupan bagi orang yang memakannya, dan pohon ini dilihat sebagai Firdaus yang diberi kepada manusia. Penglihatan tersebut merupakan sebuah penegasan bahwa sumber kehidupan yang sesungguhnya adalah berasal dari Tuhan Allah yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus (Anak Domba). Penglihatan tersebut merupakan gambaran suatu jaminan bagi setiap orang percaya bahwa Tuhan Yesus akan mengalirkan kehidupan bagi setiap orang yang tetap teguh beriman kepada-Nya sampai akhir hidupnya.

Pada ayat. 3-5, suatu gambaran keadaaan yang berbahagia tentang Yerusalem yang baru yang dipertegas dengan keadaan bahwa tidak ada lagi laknat, tidak ada lagi manusia yang terkena laknat atau kutuk Allah. Iblis tidak berkuasa di sana, ia tidak dapat menarik orang-orang Kudus milik Allah, ia juga tidak bisa mengganggu mereka dalam pelayanannya terhadap Allah. Allah dan Anak Domba di sini disebut sebagai satu kesatuan yang menegaskan bahwa umat-Nya akan beribadah dan melayani Allah yang Esa. Segala kemuliaandan kehormatan hanya ditujukan kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tahkta Allah dan Tahkta Anak Domba ada bersama dengan orang-orang percaya, tidak ada lagi penghalang bagi setiap orang percaya untuk bersekutu dengan Allah dan orang percaya dapat melihat wajah Allah (band. Mat 5:8). Sinar cahaya kemuliaan Allah menerangi siang dan malam sehingga tidak lagi cahaya buatan manusia, gambaran tersebut menyatakan betapa bahagianya beribadah, menyembah dan berhadapan muka-dengan muka dengan Allah.

Refleksi:
Renungkanlah. Bagaimana perasaan anda ketika terjadi lampu mati di malam yang gelap-pekat? Tentu berbagai perasaan tidak nyaman berkecamuk dalam benak anda bukan? Tetapi itulah keadaan dunia, ibarat lampu yang sering mati sehingga membuat kita selalu melihat suasana hitam dan menakutkan. Tetapi jangan kuatir, jika anda sungguh-sunguh beriman kepada Anak Domba Allah, anda akan menikmati kebahagiaan Yerusalem baru yang tidak pernah mengalami lampu mati, karena cahaya Allah akan terus bersinar tanpa batas waktu.

Tekadku:
Ya Tuhan, terimakasih karena Engkau telah memanggi saya menjadi umat-Mu, sehingga saya yakin akan selalu disinari oleh cahaya terang-Mu yang tanpa batas.

Tindakkanku:
Saya akan memohon kepada Tuhan Yesus Kristus, berilah kepada saya pengharapan yang tak terpadamkan, agar saya dapat terus memegang janji-Mu dan masuk dalam hidup kekal bersama-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«