suplemenGKI.com

Sabtu, 25 Juni 2016

24/06/2016

MENGIKUT YESUS: PEZIARAHAN IMAN

Lukas 9:51-62

 

PENGANTAR
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berziarah berarti berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap keramat atau suci untuk berkirim doa.  Atau bisa berarti berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap suci dalam sejarah kehidupan keagamaan.  Dalam peziarahan itu tentu saja sang peziarah ingin belajar menemukan pelajaran berharga berkaitan dengan hidup keagamaannya.  Dalam bagian ini kita akan belajar bahwa menjadi murid Yesus adalah hidup dalam sebuah peziarahan iman di sepanjang kehidupan.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

Ay.51-61    : Bagaimana rangkaian perjalanan Yesus dalam memanggil para murid-Nya?

Bagaimana para murid diajar mengikuti perjalanan-Nya?

Sebagai murid Yesus, apakah saudara masih memiliki pengalaman iman dalam perjalanan hidup bersama-Nya?

Dalam Lukas 9:51-62 ini terdapat beberapa kata yang menunjuk pada pengertian ‘pergi’ atau sebuah perjalanan atau peziarahan.  Perikop ini menceritakan rencana perjalanan Yesus menuju Yerusalem ‘ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga’ (ay.51), di mana Yesus berjalan melewati sebuah desa orang Samaria.  Dalam perjalanan itu Yesus memanggil beberapa orang menjadi murid-Nya tetapi ada juga yang atas inisiatif sendiri menyatakan hendak mengikut Yesus.  Beberapa kata yg menunjukkan sebuah perjalanan atau peziarahan: pergi ke Yerusalem (ay.51), utusan mendahului Dia (ay.52), mereka itu pergi (ay.52), mereka pergi ke desa yang lain (ay.56), melanjutkan perjalanan (ay.57), di tengah jalan (ay.57), akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi (ay.57), aku pergi dulu menguburkan bapaku (ay.59), tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah (ay.60), pamitan dahulu (ay.61).  Itulah rangkaian perjalanan para murid dalam mengikuti Dia baik karena panggilan-Nya maupun atas inisiatif sendiri.

Hidup mengikut Yesus adalah hidup dalam sebuah perjalanan, ada pergerakan dan ada pula perubahan yang dialami para murid.  Selama dalam perjalanan itu para murid memiliki pengalaman bersama-Nya, tidak stagnan tetapi penuh dinamika pengalaman iman sehingga pengenalan akan Dia dan diri sendiri semakin bertumbuh.  Mereka belajar memahami maksud panggilan-Nya, sehingga tidak lagi berfokus pada diri sendiri tetapi untuk melakukan perintah-Nya menyatakan kasih bagi banyak orang.  Hidup mengikut Yesus juga adalah ketika para murid duduk dalam diam mendengarkan pengajaran dan didikan-Nya, ketika mereka dekat dengan-Nya dan melihat banyak peristiwa ajaib yang dilakukan Yesus bagi banyak orang.  Bahkan mengikut Yesus juga adalah ketika para murid pergi dan melakukan sebuah perjalanan mengikuti perintah-Nya, meninggalkan kenyamanan dan terus berjalan bersama-Nya.  Dalam perjalanan bersama Yesus menuju Yerusalem itu mereka juga mengalami penolakan dari orang-orang Samaria, namun Tuhan Yesus mengajar mereka untuk tetap menyatakan kasih.  Bagaimana dengan kita?  Apakah sebagai murid Yesus kita masih memiliki peziarahan atau perjalanan iman dalam hidup bersama-Nya?

REFLEKSI
Hidup mengikut Yesus sebagai murid-Nya adalah hidup dalam pengalaman iman bersama-Nya di sepanjang kehidupan.  Mari, alami peziarahan iman bersama-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku membuka hati untuk mengalami perjalanan iman bersama-Mu dalam setiap peristiwa.  Agar aku semakin mengenal kehendak-Mu atas hidupku.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau membuka hati agar memiliki pengalaman iman bersama-Nya melalui: ……………….. (pekerjaan, pelayanan, keluarga, sakit penyakit, dll)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«