suplemenGKI.com

Sabtu, 25 Juni 2011

24/06/2011

Roma 6:20-22

Dulu Aku Tidak Tahu, Tetapi Sekarang Aku Tahu! 

Saya pernah merasa sangat malu, ketika saya menginap di sebuah hotel berbintang. Setelah mendaftar, saya diserahkan sebuah kartu kecil bernomor kamar tempat saya menginap. Kemudian bagian receptionis memanggil seseorang petugas untuk mengantar saya ke kamar, dengan ramah dia membawa koper saya dan berjalan di samping saya menuju kamar. Sesampai di depan kamar, dia berkata “silahkan pak” kemudian meninggalkan saya. Orang tersebut dengan cepat menghilang sementara kamar belum terbuka. Saya menjadi bingung dan bergegas menuju receptionis dan berkata bahwa saya tidak dibukakan pintu oleh petugas tadi, saya ditanya “apakah bapak sudah diberikan kuncinya?” saya berkata petugasnya begitu tiba di depan pintu kamar kemudian dengan cepat bergegas meninggalkan saya dan tidak memberikan apa-apa kepada saya. Tetapi betapa malunya saya ketika petugas tadi dipanggil dan berkata “bukankah bapak sudah mendapatkan kartunya, itulah yang bisa membuka pintu kamar bapak” Sungguh saat itu saya tidak tahu, tetapi setelah itu saya tahu bahwa saya punya kartu untuk membuka pintu kamarnya. Roma 6:20-22, Paulus ingin memberitahukan bahwa setiap orang percaya bukan lagi hamba dosa tetapi sudah menjadi hamba Allah.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang ingin ditunjukkan oleh Paulus berkaitan dengan pernyataan di ay 20-21?
  2. Apa dampak yang terjadi jika kita tidak dibebaskan dari ketidaktahuan kita?
  3. Apakah sekarang saudara tahu bahwa saudara sudah merdeka dan memiliki hidup kekal?

Renungan:

Dosa selalu menutupi mata hati kita terhadap kebenaran, ketika mata hati kita tertutup terhadap kebenaran, kita tidak tahu hak kita sesungguhnya. Sehingga sesuatu yang bukan hak kita karena tidak tahu maka kita mengambilnya seakan itu hak kita. Dampaknya adalah berbuah malu, kematian. Sebaliknya yang sehrusnya menjadi hak kita tetapi karena tidak tahu maka kita tidak bisa nikmatinya, sehingga kita tidak bisa menghasilkan buah kekudusan dan menikmati hidup dalam kebenaran. Paulus berkata ”Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci itu yang aku perbuat” (Roma 7:15) Itulah keadaan kita jika tidak mengerti bahwa kita sudah milik Tuhan Yesus Kristus. Kita tidak bisa melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, tetapi cenderung akan melakukan apa yang mendukakan Tuhan. Sekarang Paulus mengingatkan bahwa kita telah dimerdekakan dari dosa. Artinya kita tidak boleh lagi berbuah bagi dosa tetapi berbuah bagi Kristus sebagai tanda bahwa kita telah memiliki hidup kekal. Itulah suatu pengetahuan akan kebenaran dari Kristus yang juga dapat memampukan kita untuk membedakan konsekuensi dosa dengan karunia Allah dalam Yesus Kristus.  Saudara hal yang membuat kita terus mengembara dalam pencarian akan hidup yang kekal adalah akibat dari ketidaktahuan kita akan penebusan Kristus yang sudah tuntas dan lunas melalui karya-Nya di atas kayu salib? Selain akan membuat kita terus mengembara dalam pencarian, hal yang lebih menyedihkan juga adalah kita tidak memiliki kepastian akan keselamatan oleh Kristus. Keadaan itu membuat kita sulit berbuah, bertumbuh dalam iman serta syukur kepada Tuhan Yesus. Sekarang kita sudah tahu bahwa kita sudah memiliki kebenaran yang membawa kita pada kepastian hidup kekal, tugas kita adalah berbuah bagi Kristus. Amin.     

Pertumbuhan yang dapat membawa pada kepastian memiliki hidup yang kekal adalah pengetahuan akan kebenaran Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*