suplemenGKI.com

Sabtu, 25 Juli 2015

24/07/2015

Kuasa dan Kasih Allah di Dalam Kebutuhan

Yohanes 6:1-15

Pengantar

Saya yakin setiap kita mengakui bahwa Kristus adalah Allah yang penuh kuasa. Tapi, dari manakah kita memiliki pengenalan itu? Dari kata-kata pengajaran-Nya, ataukah lebih cenderung dari karya-karya yang telah dilakukan-Nya dalam hidup kita? Hari ini kita akan merenungkan otoritas ke-Allah-an Kristus.

Pemahaman

-  Ayat 1-3       : Peristiwa apakah yang menjadi latar belakang peristiwa Kristus memberi makan lima ribu orang lebih ini?

-  Ayat 4-12     : Sikap apakah yang ditunjukkan oleh para murid? Bagaimana pula dengan Kristus?

Yohanes 6 ini dimulai dengan kata sambung “Sesudah itu”. Kata sambung ini menyiratkan adanya peristiwa yang terjadi sebelum peristiwa yang dicatat dalam pasal 6. Kalau kita memperhatikan catatan sebelumnya, yakni Yohanes 5:31-47, kita melihat bagaimana ke-Allah-an Kristus diragukan, sehingga terjadi adu argumentasi secara verbal mengenai hal itu. Seakan tidak puas dengan memberikan penjelasan verbal, penulis Injil Yohanes menegaskannya dengan penjelasan non verbal. Ada ribuan orang yang mengikuti Kristus karena berbagai mujizat yang dibuat-Nya. Fakta ini saja sebenarnya sudah merupakan “mujizat”, sebab penduduk di sekitar danau Tiberias pada waktu itu tentulah masih belum sepadat sekarang. Maka, kalau sampai ada lima ribu orang (dan yang dihitung ini hanya lelakinya saja), tentulah orang sebanyak itu berasal dari puluhan, bahkan ratusan kota.

Hal yang luar biasa itu kemudian menjadi lahan terjadinya hal yang lebih luar biasa lagi, Kristus memberi makan mereka semua dari bahan yang sangat minim. Karya Allah yang luar biasa ini tentu tidak akan terjadi bila Kristus memiliki sikap hidup seperti Filipus yang tidak mau peduli dengan kondisi orang banyak itu karena merasa tidak mampu. Begitu pula seandainya Kristus bersikap seperti Andreas yang pesimis dengan apa yang ada pada mereka, lima ketul roti dan dua ekor ikan. Kristus menunjukkan sikap yang berbeda, sehingga mereka dapat melihat karya Allah yang luar biasa. Kristus peduli dengan orang banyak itu, dan karenanya Ia mengerti bahwa mereka membutuhkan makan. Kristus tidak memandang remeh apa yang ada pada mereka. Sesedikit apapun yang mereka miliki, dibawa Kristus kepada Allah untuk dimohonkan berkat. Hasilnya? Sungguh luar biasa.

Refleksi

Seringkali kita memohon agar dapat mengalami karya Allah yang luar biasa dalam hidup ini, namun kita bersikap seperti Filipus dan Andreas. Kalau kita bersikap seperti Kristus, yang memiliki hati untuk melayani sesama dan mengucap syukur serta mengembangkan potensi yang kita miliki, maka Allah pasti berkarya secara luar biasa dalam hidup kita.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya untuk memiliki hati yang melayani. Amin.

Tindakan

Saya akan mengasah kepedulian dengan berkunjung kepada anggota sektor yang sudah undur dari persekutuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«