suplemenGKI.com

Matius 4:12-23

“JALAN BUNTU YANG MENGHASILKAN TEROBOSAN BARU”

PENGANTAR

Kisah pendek dengan 6 ayat ini ditempatkan oleh Matius di antara dua peristiwa lain yang sangat penting dalam pelayanan Yesus. Yaitu tentang pencobaan pencobaan yang dialami oleh Tuhan Yesus sebelum bagian ini, dan tentang pemanggilan murid-murid yang pertama.  Apa tujuan Matius memberikan catatan penyingkiran Yesus ke Galilea ini akan kita renungkan hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 12: Dengan latar belakang peristiwa apa Yesus memutuskan untuk menyingkir ke Galilea?
  2. Menurut Anda, apakah Yesus sedang takut dan melarikan diri? Jika bukan karena itu, lalu apa yang membuat Yesus memutuskan menyingkir dari Nazaret? Perhatikan ayat 13-17.
  3. Dengan kejadian (latar belakang) peristiwa penyingkiran Yesus dari Nazaret ke Galilea, bagaimana Anda menyimpulkan tentang awal dari pelayanan Yesus: apakah sikon yang menyenangkan/mudah?
  4. Dengan demikian, apa yang bisa Anda teladani dari Yesus dalam mengerjakan pelayanan Anda kepadaNya saat ini?
  5. Bagaimana ‘efek samping’ atau dampak lain yang dimunculkan dengan menyingkirnya Yesus di Kapernaum, daerah Zebulon dan Naftali? (ayat 15-16)

 

Ancaman terhadap kehidupan Yesus sudah terjadi sejak kelahiranNya dan masa kanak-kanakNya (Mat. 2:13-19). Ternyata Nazaret tempat Ia tinggal juga tidak menjadi tempat yang aman bagi Yesus. Buktinya adalah Yohanes Pembaptis ditangkap. Karena situasi yang tidak kondusif ini, Yesus memutuskan untuk menyingkir ke Galilea, meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum. Penyingkiran Yesus ke Galilea bukan berarti Yesus takut, melarikan diri dan mencari aman. Dituliskannya perikop ini ditengah dua peristiwa penting lainnya menunjukkan kepada kita bahwa sejak awal Yesus memulai pelayananNya bukan dalam sikon yang kondusif (baca: menyenangkan, mudah, aman), melainkan situasi yang penuh ancaman dan ketakutan. Tuhan Yesus tidak terjebak dengan situasi, Ia telah siap dengan segala situasi bahkan situasi yang terburuk. Disinilah kita melihat esensi dari sebuah panggilan pelayanan yang sejati. Dan dari ketekunan Yesus terus mengerjakan pelayananNya, mencari jalan yang lain pada saat dihadang, ternyata pada akhirnya peristiwa ini menjadi cikal bakal pemberitaan Injil kepada seluruh dunia (ay.14-16), dan ini terungkap jelas di bagian akhir Injil Matius (28:19-20).

REFLEKSI

Ketika pelayanan Anda berhadapan dengan kesulitan, dengan jalan buntu, apakah Anda akan undur begitu saja? Ataukah tetap maju dan menghadapinya sama seperti Tuhan Yesus?

TEKADKU

Tuhan, berilah hambaMu ini kekuatan untuk bertahan dalam kesulitan yang harus dihadapi dalam melayaniMu. Dan bukan hanya itu, berilah hambaMu ini hikmat untuk mampu membuat terobosan-terobosan yang baru untuk untuk karya layanan yang lebih baik, sama seperti yang Engkau lakukan dalam bacaan kami hari ini. Jangan biarkan hambaMu dan setiap pelayanMu terjebak dan menyerah dalam sikon yang sulit. Amin

TINDAKANKU  

Berdoa secara khusus untuk orang-orang yang ‘menyerah’ dan meninggalkan pelayanan, dan lakukan sesuatu untuk menyapa dan menguatkan mereka kembali hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«