suplemenGKI.com

Matius 17:1-8

PENGALAMAN YANG MENEGUHKAN IMAN

PENGANTAR

Perikop bacaan kita hari ini dimulai dengan keterangan waktu “enam hari kemudian.” Enam hari setelah apa? Kita bisa memperoleh jawabnya dari perikop sebelumnya (Mat. 6:21-28), yaitu enam hari setelah Yesus memberitahu para murid-Nya mengenai banyaknya penderitaan yang akan dialami-Nya (ay. 21). Reaksi Petrus pada waktu itu (ay. 22) menunjukkan bahwa para murid belum siap menerima gagasan bahwa Yesus, sang Mesias, harus menanggung banyak penderitaan. Namun, Yesus justru mempertegas pernyataan-Nya: bukan hanya sang Guru yang akan menanggung penderitaan, melainkan juga para murid-Nya. Karena itu, Yesus mengajak para murid-Nya mempersiapkan diri untuk hal tersebut (ay. 24-26). Perikop bacaan kita hari ini adalah bagian dari cara Yesus mempersiapkan Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi murid-murid-Nya yang setia.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-4. Bandingkanlah pengalaman para murid ini dengan pengalaman Harun, Nadab, dan Abihu bersama tujuh puluh tua-tua Israel yang diajak oleh Musa naik ke gunung Sinai(Kel. 24:1-18). Bagaimana reaksi Petrus?
  • Ay. 5-8. Dalam situasi ini, apa arti pentingnya suara yang muncul dari dalam awan? (band. Mat. 3:17). Bagaimana reaksi para murid? Mengapa mereka sangat ketakutan?
  • Menurut Anda, apa hubungan antara pengalaman para murid ini dengan penderitaan yang kelak akan mereka alami?

Ketika diajak oleh Yesus naik ke sebuah gunung yang tinggi, para murid tentu teringat pengalaman Musa yang mengajak para pemimpin Israel naik ke gunung Sinai di mana kemuliaan Tuhan juga melingkupi Musa. Pada waktu itu, para pemimpin Israel itu hanya diizinkan melihat hal itu dari kejauhan. Pengalaman para murid lebih dahsyat daripada apa yang mereka baca di Perjanjian Lama. Di sini Petrus, Yakobus, dan Yohanes bisa sedekat mungkin melihat kemuliaan Allah yang melingkupi Yesus. Pengalaman ini membuat Petrus sangat bahagia dan ingin selalu berada di tempat tersebut.

Perasaan bahagia itu seketika berubah menjadi rasa takut ketika mereka mendengar suara yang muncul dari dalam awan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Awan dan suara itu membuat mereka sadar bahwa sesungguhnya Allah sendirilah yang hadir di tempat itu. Itulah sebabnya mereka sangat ketakutan. Pesan dari suara tersebut sangat jelas, yaitu bahwa Yesus adalah Mesias, dan para murid harus mendengarkan perkataan-Nya (taat dan setia), meskipun harus menghadapi banyak penderitaan.

REFLEKSI

Penderitaan tidak selalu dapat kita hindari. Namun, Allah selalu hadir dalam pergumulan hidup umat-Nya. Jadi, jika kita harus menderita sebagai murid-murid Kristus, kita akan mampu menghadapinya dengan iman yang teguh.

TEKADKU

Ya, Tuhan berikan aku mata hati yang jernih untuk melihat kehadiran-Mu dan kemuliaan-Mu dalam kehidupanku agar imanku semakin teguh.

 

TINDAKANKU

Dalam waktu dekat, jika mendapatkan kesempatan, aku akan bersaksi mengenai pengalamanku melihat kemuliaan Tuhan dan kehadiran-Nya yang nyata dalam kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*