suplemenGKI.com

IMAN: DIA PEMASOK

Yohanes 6:56-59

 

PENGANTAR
Istilah pemasok sering kali kita dengar, terutama dalam pembicaraan seputar proses pengadaan barang dan jasa.  Selain disebut dengan pemasok, istilah lain yang biasa digunakan adalah vendor atau supplier.  Apa artinya pemasok?  Pemasok (supplier, vendor) adalah individu atau perusahaan (baik dalam skala besar atau kecil) yang memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan individu atau perusahaan lain.  Dalam kaitan dengan iman kita kepada-Nya, tidak jarang orang percaya memahami dan meyakini Yesus hanya sebagai pemasok.  Apa yang Tuhan Yesus ajarkan melalui ayat yang kita baca?

PEMAHAMAN

  • Apa yang Tuhan Yesus ajarkan tentang diri-Nya dalam kaitannya dengan kebutuhan hidup yang kekal? (ayat 56)
  • Apa yang Tuhan Yesus ajarkan tentang roti manna dan diri-Nya sebagai roti yang telah turun dari surga? (ayat 58)
  • Bagaimana pemahaman kita terhadap Dia?  Siapa Yesus dalam kaitan dengan kebutuhan kita setiap hari?

Jika kita membaca perikop sebelumnya, kita menemukan bahwa Tuhan Yesus telah membuat banyak orang takjub (kagum) sebab Dia mampu menyediakan makanan yang mereka butuhkan saat itu dalam sekejap melalui lima roti dan dua ikan.  Setelah mujizat lima roti dan dua ikan itu, banyak orang berbondong-bondong mencari dan mengikuti Yesus ke mana pun Dia pergi.  Namun, pada kenyataannya fenomena orang banyak berbondong-bondong itu tidak berlangsung lama, sebab banyak dari antara mereka akhirnya mengundurkan diri.  Mengapa demikian?  Sebab fokus mereka bukan pribadi Yesus, tetapi pemenuhan kebutuhannya.  Ketika Yesus tidak terus menerus memenuhi kebutuhan, permintaan dan keinginan maka mereka meninggalkan-Nya.  Yesus hanya diimani sebagai pemasok yang memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan pribadi.

Tuhan Yesus merasa prihatin atas sikap iman orang banyak tersebut.  Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengajar dan menjelaskan tentang diri-Nya dalam kaitannya dengan kebutuhan hidup yang kekal.  Melalui perikop yang kita baca hari ini, menunjukkan bahwa dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah “roti yang telah turun dari surga” (ay.41,58).  Roti dari surga, yaitu diri-Nya sendiri yang terpecah-pecah untuk menebus dosa, akan memberikan kehidupan yang kekal.  Walaupun roti manna, yang Allah kirimkan kepada nenek moyang mereka pada saat di padang gurun dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan tetapi terbatas gunanya “bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah matiBarangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (ay.58).  Tuhan Yesus mengajak orang banyak yang mengikuti-Nya saat itu untuk fokus pada kebutuhan kekekalan yang hanya diperoleh melalui diri-Nya sebagai Roti dari surga.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Bila kita memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus demi memenuhi kebutuhan kita semata, berarti Dia hanyalah pemasok. Bila kebutuhan kita dipenuhi-Nya, semangat mengikut Dia berkobar-kobar. Sebaliknya, bila Sang Pemasok tidak lagi memuaskan keinginan hati, kita akan mengundurkan diri bahkan mungkin memutuskan hubungan dengan-Nya!  Siapakah Tuhan Yesus yang saudara imani?

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku meletakkan iman: Engkau bukan hanya Sang Pemasok yang mampu memenuhi kebutuhanku tetapi Engkau adalah Pribadi Kekal yang patut disembah.

TINDAKANKU
Aku akan selalu mencari dan menjumpai-Nya, bukan hanya di saat aku sedang kesulitan meminta Dia memenuhi kebutuhanku.  Tetapi karena Dia Pribadi Kekal yang patut disembah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«