suplemenGKI.com

Matius 21:23-27,

Kuasa Yesus               

                Bagian ini menceritakan pertentangan antara Tuhan Yesus dengan Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi, pertentangan yang semakin menajam. Pada bagian sebelumnya diceritakan tentang Tuhan Yesus yang mengusir dan mengobrak-abrik pedagang di halaman Bait Allah, dimana waktu itu para Imam-imam kepada dan ahli-ahli Taurat tidak menyukainya. Ditambah lagi Tuhan Yesus juga dapat menyembuhkan orang buta dan mengadakan banyak mujizat, sehingga banyak orang bersorak-sorai dan menyebut Tuhan Yesus sebagai Anak Daud yang mana hal ini menambah kebencian imam-imam dan tua-tua Yahudi.

  1. Mengapa Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi menentang keberadaan Tuhan Yesus?
  2. Apa yang diharapkan oleh Imam-imam dan tua-tua Yahudi dengan bertanya kepada Tuhan Yesus secara terbuka?
  3. Mengapa Tuhan Yesus tidak memberikan jawaban yang langsung atas pertanyaan mereka?
  4. Apa yang Tuhan Yesus harapkan dari mereka?
  5. Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari bacaan di atas? 

Renungan:

                Apa yang telah Tuhan Yesus lakukan diperhatikan dan diamati oleh mereka-mereka yang tidak menyukai keberadaan Tuhan Yesus di tengah-tengah umat Allah, mereka itu antara lain: ahli-ahli Taurat, imam-imam kepala, tua-tua Yahudi dan orang Farisi. Mereka mau tidak mau, suka tidak suka harus mengakui bahwa Yesus melakukan semuanya itu dengan kuasa yang luar biasa. Baik ketika Tuhan Yesus melakukan mujizat-mujizat maupun ketika memporak-porandakan halaman Bait Allah.

                Untuk melegakan rasa penasaran mereka, maka mereka memberanikan diri untuk bertanya dengan Tuhan Yesus di depan orang banyak. Mereka juga ingin mengkonfirmasikan hal-hal ini kepada umat Allah yang lain supaya semua menjadi terang.

                Oleh sebab itu pertanyaan yang paling mendasar bagi mereka adalah, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?”. Jawaban Tuhan Yesus sangat diplomatis dan dengan banyaknya orang yang mendengar hal ini akan memudahkan pemahaman umat Tuhan untuk mengerti tentang dari mana kuasa Yesus yang dimiliki. Tuhan Yesus berbalik bertanya kepada mereka: ”Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia? Pertanyaan ini sebenarnya sangat mudah untuk dijawab, apalagi Tuhan Yesus sudah memberikan pilihan jawabannya. Namun pertanyaan ini juga mengandung konsekuensi bagi mereka. Bila dijawab dari surga, mengapa mereka tidak percaya kepadanya? Kalau di jawab dari manusia, mereka takut kepada orang banyak yang telah mempercayai bahwa Yohanes itu nabi dan ini berarti utusan Allah. Sehingga mereka memilih amannya saja dengan menjawab: ”Tidak tahu!”.

                Jawaban mereka yang mengatakan tidak tahu tentang baptisan Yohanes, ini telah membuktikan bahwa mereka sekalipun sudah melihat apa yang telah di lakukan oleh Yohanes, mereka tetap tidak dapat mempercayainya, sehingga mereka tidak pernah menemukan kebenaran yang hakiki dari Allah.

                Tentunya pandangan mereka yang tidak mempercayai Yohanes adalah utusan Allah, akan terjadi juga pada diri Tuhan Yesus. Sekalipun mujizat dilakukan didepan mata mereka, mereka tetap tidak mau mempercayainya dan bahkan bersikap untuk menolaknya dengan berbagai macam cara.

                Bagaimana kita melihat kuasa Tuhan Yesus yang bekerja di hidup kita maupun kuasa Tuhan Yesus yang bekerja di hidup orang lain? Apakah hal ini semakin menimbulkan kekaguman Anda pada kuasa Yesus?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*