suplemenGKI.com

Ibrani 7:26-28

YESUS SANG IMAM BESAR (Bagian 2)

 

PENGANTAR
Hari ini kita akan belajar lebih lanjut keistimewaan dan keunggulan Yesus sebagai Imam Besar.  Dalam Perjanjian Lama, seorang imam yang Tuhan pilih memimpin umat-Nya diakui sebagai wakil Allah di hadapan manusia dan wakil manusia di hadapan Allah.  Seorang imam bertugas mewakili umat membawa persembahan korban kepada Allah.  Bagaimana dengan Yesus sebagai Imam Besar?

PEMAHAMAN

Ayat 26: Bagaimana pribadi Yesus sebagai Imam Besar?
Ayat 27: Bagaimana pengorbanan Yesus sebagai Imam Besar?

Bagaimana kita meneladani pengorbanan Yesus?

Dalam perikop ini, ay.26-27 mengatakan “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa …, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban”.  Maka keistimewaan dan keunggulan Yesus sebagai Imam jika dibandingkan dengan para imam dari tradisi Yahudi:  Ketiga, Yesus adalah Imam Besar yang memenuhi syarat secara sempurna.  Seorang imam harus terlebih dulu mempersembahkan korban penghapus dosa dan pendamaian dengan Allah sebelum bertugas (baca Imamat 9:7).  Dengan kata lain, seorang imam harus dalam keadaan tidak bercacat dalam relasinya dengan Allah.  Syarat menjadi imam yang ditetapkan dalam Perjanjian Lama telah terpenuhi di dalam kehidupan Yesus.  Dia hidup saleh, tanpa salah, tanpa noda, tidak terpisah dari orang-orang berdosa (ay.26).

Keempat, Yesus Sang Imam yang mengorbankan Diri-Nya sendiri untuk menebus umat yang dikasihi-Nya.  Sebagai Imam Besar, Yesus tidak mempersembahkan korban terlebih dahulu untuk pengampunan bagi diri-Nya sendiri sebelum mempersembahkan korban pengampunan bagi umat.  Yesus yang tidak berdosa, mempersembahkan diri-Nya sebagai korban sekali untuk selamanya menebus umat yang berdosa.  Yesus menjadi Imam Besar yang mengorbankan diri menjadi korban yang sempurna bagi Allah.  Dia menghubungkan kembali umat dengan Allah melalui pengorbanan diri-Nya di atas kayu salib.  Tuhan Yesus telah memenuhi tugas penting seorang Imam, yakni taat dan setia kepada Allah sekaligus mengasihi dan menaruh belas kasihan kepada manusia yang berdosa.

REFLEKSI
Mari berdiam diri sejenak dalam keheningan diri!  Penebusan Kristus, sang Imam Besar, sangat sempurna.  Dia mengorbankan diri-Nya sendiri.  Adakah hari ini kita masih senang hidup dalam dosa?

TEKAD
Tuhan tolonglah agar aku mau meninggalkan kesenangan dosa.

TINDAKAN
Aku mau meninggalkan kesenangan dosaku: …………… (sebutkan secara konkrit dosa yang ingin kita tinggalkan).  Katakan: bersama Tuhan pasti bisa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«