suplemenGKI.com

Sabtu, 24 Mei 2014.

23/05/2014

1Petrus 3:18-22.

 

Nilai Kehidupan Iman Kristen (2)

 

Pengantar:
Bacaan hari ini adalah kelanjutan dari bacaan kemarin, terkait dengan sikap sebagai orang percaya dalam menghadapi penderitaan karena penganiayaan, ketidakadilan dan diskriminasi karena minoritas. Hal terpenting dalam menghadapi penderitaan kemarin telah dinasihati oleh Rasul Petrus yaitu menguduskan Kristus dalam hidup dan tetap berbuat baik kepada sesama walaupun menderita, maka hari ini Rasul Petrus menasihati lebih lagi. Mari kita lanjutkan renungan kita.

Pemahaman:

  1. Apa kaitan kematian Kristus dengan kehidupan iman Kristen ketika menghadapi penderitaan!
  2. Apa hubungan peristiwa pada jaman Nuh dengan kehidupan kekristenan pada kontek saat itu dan konteks kita sekarang?

Kematian melalui disalib adalah konsekuensi hukuman bagi pelaku kejahatan yang sangat berat di jaman Tuhan Yesus. Dan ketika Yesus mati disalib berarti menurut masyarakat Yahudi saat itu, Yesus adalah pelaku kejahatan sangat berat. Tetapi pada akhirnya seluruh dunia dari dulu sampai sekarang dan selamanya mengakui bahwa Tuhan Yesus mati disalib bukan karena Ia adalah seorang penjahat besar (1Pet 2:22) tetapi kematian-Nya disalib menggambarkan betapa kejamnya dosa yang akan membinasakan, membunuh dan menghancurkan manusia secara total. Agar manusia tidak mengalami kebinasaan, kematian dan kehancuran total, maka Yesus bersedia mati untuk menggantikan manusia (kita semua) yang percaya kepada-Nya. Bagian ini Petrus hendak mengingatkan kita bahwa keselamatan kita adalah semata-mata karena kasih dan anugerah Tuhan Yesus.

Mengapa peristiwa Nuh dikaitkan dengan keselamatan oleh kasih Allah. Rasul Petrus juga hendak mengingatkan setiap pembaca, betapa kasih Allah itu sangat sempurna, Dia sabar menanti sampai ada orang yang benar-2 taat dan setia kepada-Nya, walaupun hanya sedikit (8 orang keluarga Nuh) Allah tetap menyediakan pintu anugerah keselamatan-Nya bagi manusia. Jika kita sadar, bahwa hanya karena kemurahan, kesabaran dan perkenanan Allahlah kita bisa diselamatkan, maka tidak ada hal yang lebih indah bagi kita selain mengucap syukur dan meresponi Dia melalui bersabar melayani sesama dengan rendah hati seperti Kristus.

Refleksi:
Mari kita teduhkan hati sejenak, untuk menghayati betapa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus itu begitu penuh kemurahan, kesabaran. Perkenanan-Nya yang ajaib telah menyelamatkan kita dari maut.

Tekad:
Tuhan, saya ingin belajar dari Engkau untuk terus bersabar, rendah hati dan tekun melayani sesama seperti Engkau telah sabar, murah hati menanti saya datang kepada-Mu.

Tindakan:
Tidak ada sikap, perbuatan dan karya yang lebih indah selain melayani Tuhan dan sesama dalam kasih dan kesabaran serta kerendahan hati, itulah nilai kehidupan iman Kristen sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«