suplemenGKI.com

Sabtu, 24 Maret 2018

23/03/2018

Mazmur 118:1-13

PENGALAMAN YANG MENDEWASAKAN IMAN

PENGANTAR
Sebagian besar dari kita sangat suka menceritakan peristiwa-peristiwa hebat yang pernah kita alami. Namun, tidak banyak di antara kita yang bercerita mengenai peristiwa-peristiwa buruk yang kita alami. Kita tidak ingin mengalami peristiwa-peristiwa itu, dan karenanya kita juga berusaha melupakannya. Padahal, ada banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik dari pengalaman-pengalaman buruk tersebut. Misalnya, dari persitiwa itu kita dapat belajar menenai kesalahan kita agar kita tidak mengulangi kesalahan tersebut. Lebih daripada itu, pengalaman-pengalaman buruk itu juga dapat mendewasakan iman kita, jika kita menjalaninya bersama dengan Tuhan.

PEMAHAMAN
Mazmur 118 kemungkinan ditulis untuk hari raya Pondok Daun, pada perayaannya yang pertama kali ketika umat Israel pulang dari pembuangan. Mazmur ini mengajak seluruh umat memuji Tuhan yang dengan kasih setia-Nya membangun kembali bangsa-Nya.  Ayat 1-4 merupakan syair bertanggapan, di mana pemazmur memanggil umat untuk memuji Tuhan dan umat menjawab panggilan itu.

  • Ay. 5-9.  Pengalaman apa yang diceritakan pemazmur di sini? (ay. 5) Bagaimana pengalaman itu mempengaruhi hubungannya dengan Tuhan? (ay. 6-9).
  • Ay. 10-13.  Pengalaman apa yang diceritakan pemazmur di sini? Bagaimana pemazmur dapat mengatasi keadaan tersebut? (ay. 10-12). Apa yang dipelajarinya dari pengalaman tersebut (ay. 13).

Dengan singkat namun tegas, pemazmur bersaksi bahwa Tuhan telah melepaskannya dari tekanan (ay. 5). Pengalaman ini memperkokoh hubungan pemazmur dengan Tuhan. Pemazmur yakin bahwa Tuhan berada di pihaknya (ay. 6a dan 7a). Berdasarkan hal ini pemazmur mengingatkan umat (ay. 6-9) agar mereka tidak perlu takut akan apa yang akan dilakukan oleh orang lain terhadap mereka karena Tuhan selalu bersama mereka (ay. 6-9). Dan karena Tuhan adalah Penolong, maka ia yakin akan beroleh kemenangan. Karena itu mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan manusia.

Pemazmur juga bersaksi bahwa ia juga pernah berada di dalam situasi yang sangat gawat: berada di tengah-tengah para musuh yang mengepungnya dan yang berusaha untuk menghancurkannya (ay. 10a, 11a, 12a). Namun, pemazmur mampu dari situasi yang mencekam itu. Bagaimana ia dapat mengatasi para musuhnya? Refrain berlapis tiga (ay. 10-12) – “demi nama Tuhan, sesungguhnya aku pukul mereka mundur” – mengungkapkan rahasia kemenangan pemazmur. Tuhanlah yang telah menolongnya. Pengalaman-pengalaman itu mendewasakan iman pemazmur: bisa saja para musuhnya membuatnya jatuh, namun Tuhan akan selalu menolongnya (ay. 13).

REFLEKSI
Suka dan duka bisa datang silih berganti dalam kehidupan kita. Yang terpenting bukanlah suka atau duka, namun dengan siapakah kita menjalaninya.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku melihat kehadiran-Mu di dalam setiap pergumulan hidupku.

TINDAKANKU
Selama seminggu ini aku akan berdoa bagi seseorang yang aku kenal, yang sedang menghadapi masalah atau pergumulan hidup yang berat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«