suplemenGKI.com

TELADAN KASIH YANG TAK TERBATAS

Ibrani 5: 1-10

 Bacaan hari ini mengajak kita memahami bahwa Kristus lebih unggul daripada imam-imam lain yang ada di sekitar kehidupan jemaat.  Dengan memahami siapa Kristus, diharapkan jemaat dapat semakin diyakinkan akan imannya pada Kristus, serta bagaimana berelasi dengan orang-orang di sekitar kita.

1.      Apakah peranan seorang imam? (Ayat 1). Dimana letak keunggulan Kristus sebagai Imam Besar kita bila dibedakan dengan imam-imam yang ada diantara jemaat? (bandingkan ayat 2-3 dengan ayat 7).

2.      Ayat 4: Apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang imam?

3.      Ayat 5: Walaupun sepertinya apa yang Kristus lakukan juga umum dilakukan oleh imam-imam biasa, tetapi dapatkah Anda menemukan keunggulan Kristus dibandingkan imam-imam biasa dalam hal-hal yang disebutkan di ayat ini? (lihat hubungannya dengan ayat 8)

4.      Dari bacaan hari ini, setelah mempelajari keunggulan Kristus sebagai Imam Besar yang Anda miliki, kini renungkanlah teladan apa yang Anda dapatkan dariNya saat Anda berinteraksi dengan sesama yang juga jatuh bangun dalam dosa!

 Renungan

Imam adalah jabatan yang ada dalam jemaat dan mereka yang ada dalam jabatan ini mempunyai peranan sebagai perantara antara Allah dan jemaat, khususnya dalam hal memohon pengampunan atas dosa-dosa umat. Seorang imam harus mampu mengerti orang-orang yang jahil dan sesat untuk menuntun mereka datang kepada Allah, sekaligus juga untuk menjaga hidup para imam agar tidak ikut terseret dalam kehidupan umat yang berdosa, sebab para imam juga adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. Setiap kali para imam memimpin persembahan korban, ia juga harus menempatkan dirinya sebagai orang berdosa yang juga membutuhkan pengampunan dari Allah. Kristus, walaupun kita menyebutNya sebagai Imam Besar, Ia berbeda dengan imam-imam yang ada di jemaat. Kristus dapat menghantar kita kepada Bapa karena kesalehanNya, ketidakberdosaanNya, sedangkan para imam biasa dapat memiliki peranannya karena Allah yang memilih mereka diantara jemaat, bukan peranan yang otomatis melekat pada pribadi mereka. Selain itu, memang sudah seharusnya seorang imam mengambil kehormatan bagi dirinya sendiri, tetapi menghayati tugasnya ditujukan untuk hormat bagi Allah. Kristus bahkan lebih dari itu, dalam statusnya sebagai Allah, Ia mengambil hidup sebagai manusia, meninggalkan kemuliaan surga dan mengambil rupa hamba. Kristus taat dalam penderitaanNya untuk menyelamatkan manusia. Ia bukan hanya menjadi Imam, tetapi bahkan menjadi kurban penebusan itu sendiri.

Jika Kristus yang adalah Allah melakukan itu semua bagi kita, maka kita tidak boleh bermegah atas hidup kita sendiri, termasuk dengan segala kesalehan kita.  Sebab kita juga adalah manusia yang punya kelemahan dan bergantung kepada pengorbanan Kristus, sehingga kita tidak memandang rendah mereka yang berdosa, melainkan menuntun mereka datang dalam permohonan pengampunan dari Allah.  

 Pengagungan kepada Kristus sebagai Imam Besar tidak pernah berjalan beriringan dengan pengabaian terhadap orang berdosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«