suplemenGKI.com

Sabtu, 24 Juli 2021

23/07/2021

JANGAN TAKUT!

Yohanes 6:1-21

 

Pengantar
Takut adalah mekanisme pertahanan dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu. Salah satu sumber menyatakan bahwa takut juga merupakan emosi yang mendasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan. Sebagai manusia, terkadang kita dilanda kecemasan, kegelisahan, dan kebimbangan ketika diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Bacaan kita pada hari ini akan mengajak kita untuk mempelajari ketakutan dan kebimbangan yang sedang kita rasakan dan memecahkannya bersama agar mampu menghadapi hidup dengan keberanian.

Pemahaman

  • Ayat 5-7          : Bagaimanakah cara pandang Filipus ketika diperhadapkan dengan lima ribu orang yang berbondong-bondong mengikuti Yesus?
  • Ayat 18-20     : Bagaimanakah reaksi para murid ketika mereka menghadapi danau yang bergelora? Apa yang Yesus lakukan ketika para murid sangat ketakutan?
  • Berdasarkan 2 perikop cerita hari ini, temukanlah pesan apakah yang ingin disampaikan oleh penulis Injil Yohanes pada para pembaca.

Bacaan pada hari ini terdiri dari dua perikop, yakni cerita tentang Yesus memberi makan lima ribu orang (ayat 1-15) dan Yesus berjalan di atas air (ayat 16-21). Peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang dicatat oleh Yohanes untuk meneguhkan keilahian Tuhan Yesus yang tampak dari inisiatif-Nya untuk menyediakan makanan bagi orang banyak yang mengikuti-Nya. Hal menarik yang perlu kita perhatikan dalam bagian ini adalah ketika Yesus bertanya kepada Filipus, “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka dapat makan?” (ayat 5). Yesus menanyakan hal itu untuk menguji Filipus. Rupanya jawaban yang diberikan Filipus sangatlah berbeda. Ia justru mengatakan bahwa roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk memberi makan mereka (ayat 7). Jawaban Filipus menyiratkan bahwa ia masih menggunakan kalkulasi untuk berbagi, sedangkan Yesus berangkat dari belas kasihan. Barangkali Filipus diliputi oleh ketakutan apabila mengalami kekurangan ketika berbagi dengan orang banyak itu. Tetapi pada kenyataannya Yesus menyatakan kuasa dan pemeliharaan-Nya sehingga orang-orang di situ tercukupi kebutuhannya.

Injil Yohanes juga memaparkan kisah Yesus berjalan di atas air dengan singkat. Setelah orang banyak itu kenyang dan para murid menyaksikan sendiri mujizat yang dilakukan oleh Yesus, maka Yesus menyingkir ke gunung dan para murid menyeberang ke Kapernaum (ayat 17). Singkat cerita, para murid menghadapi danau yang bergelora akibat angin kencang (ayat 18). Maka ketakutanlah para murid, terlebih ketika melihat Yesus yang berjalan di atas air sedang mendekati mereka. Yesus pun menenangkan mereka yang sedang dilanda ketakutan. Yesus mengingatkan bahwa di dalam Dia ada kuasa, dan Ia akan senantiasa menyertai mereka. Melalui kedua perikop ini, kita dapat menemukan pesan bahwa cara pandang terhadap suatu masalah, akan turut mempengaruhi sikap kita dalam mengatasinya. Oleh karena itu, kita diingatkan untuk senantiasa percaya pada kuasa dan pemeliharaan Allah agar makin berani dalam menjalani kehidupan.

Refleksi
Apa sajakah yang membuat saudara takut dan kurang berani dalam menjalani kehidupan? Usaha apa sajakah yang selama ini saudara lakukan untuk melawan rasa takut? Sudahkah saudara menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan?

Tekadku
Ya Tuhan, berikanlah kepadaku hati yang baru agar tidak mengandalkan kekuatan manusia sebagai tempat bersandar. Ajarlah aku untuk selalu mengandalkan kuasa penyertaan-Mu di hidupku.

Tindakanku
Aku akan mengajak keluargaku untuk saling menguatkan agar dilepaskan dari rasa takut dan berani menghadapi kehidupan dengan kuasa penyertaan Tuhan.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«