suplemenGKI.com

1Korintus 7:32-35

Memfokuskan Hidup Pada Tuhan Atau Pada Dunia (2)

 

Pengantar:
Kefokusan adalah hal yang sangat penting ketika ingin meraih atau menggapai kesuksesan. Dalam sebuah artikel yang berjudul Kiat untuk mencapai sukses, ada pernyataan yang bagus terkait dengan fokus “Fokus sangat penting untuk mencapai tujuan dan untuk mendapat hasil sebaik mungkin. Dengan fokus kita dapat menyatukan seluruh energi yang berserak agar hanya terarah pada satu titik, sehingga akan menghasilkan energi yang lebih dahsyat. Jika kita ingin memusatkan perhatian pada perkara Tuhan, maka kefokusan menjadi penting.

 

Pemahaman:   

  1. Apakah yang Paulus hendak tekankan dengan pernyataannya di ayat 32?
  2. Mengapa dibedakan antara orang yang beristri dengan yang tidak beristri dalam hal kefokusan kepada Tuhan?
  3. Apakah sebenarnya yang Paulus hendak tekankan dalam pengajarannya? (v. 35)

Paulus hendak menekankan agar anak-anak Tuhan yang sudah menerima kasih karunia Kristus (band. 1Kor 7:22-23) hidup dalam kebebasan untuk mengasihi dan melayani Tuhan. Dalam arti melayani Tuhan tanpa dibebani rasa kuatir sehingga dapat memusatkan perhatian untuk melayani Tuhan dengan maksimal dan tidak mengabaikan tanggungjawab dibidang lahiriah. Paulus tidak memutlakkan, bahwa untuk bisa fokus melayani Tuhan maka harus hidup sendiri, tidak perlu berkeluarga. Penakanan utamanya adalah memfokuskan untuk melayani Tuhan namun tidak mengabaikan unsur-unsur lahiriah yang menjadi tanggungjawabnya. Oleh karena itu dituntut suatu kebebasan, dalam arti seseorang bisa fokus kepada Tuhan, dia juga bebas memiliki mempedulikan istri, keluarga maupun pekerjaan, asal bisa mengelola hidup, waktu, perhatian dan prioritas dengan benar sehingga di satu sisi bisa melayani Tuhan dengan baik, di sisi lain keluarga, pekerjaan dan lainnya juga mendapat perhatian. Inilah yang dimaksud dengan kebebasan oleh Paulus.

Paulus dengan tegas berkata “Semua demi kepentingan kamu sendiri…” (v. 35) Itu berarti supaya setiap orang yang hendak melayani Tuhan dengan baik ia harus membebaskan dirinya dari kecenderungan yang memutlakkan (Tuhan tetapi mengabaikan tanggungjawab lahiriah atau sebaliknya lahiriah tetapi mengabaikan panggilan melayani Tuhan dengan baik) melainkan keduanya bisa terjangkau dengan baik dengan cara yang benar sesuai dengan proporsinya.

 

Refleksi:
Seringkali kita mendengar, seseorang tidak bisa melayani karena tidak ada waktu, sibuk dan sebagainya. Hari ini Paulus menolong kita, agar tetap fokus kepada Tuhan tetapi pada saat yg sama bertanggungjawab pada tugas lahiriah. Tuhan Yesus akan menolong kita untuk itu.

 

Tekad:
Bersama Tuhan aku cakap menanggung dan mengerjakan segala perkara yg Tuhan percayakan. Amin.

 

Tindakan:
Mulai sekarang aku akan tetap setia melayani Tuhan sesuai dengan proporsiku dan bertanggungjawab bagi keluarga pekerjaan, karier sesuai dengan bagian yang Tuhan berikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*