suplemenGKI.com

TIDAK BERHENTI BERHARAP

Roma 4:13-25

 

Pengantar
Sebuah harapan adalah awal dari setiap hal yang baik dalam hidup kita. Harapan selalu membantu memberikan rasa percaya untuk mendapatkan yang terbaik, bahkan dalam menghadapi keadaan terburuk sekalipun. Bagi kita orang yang percaya kepada Kristus, harapan jauh lebih dari sekedar keinginan, kerinduan atau pandangan positif, hal itu didasarkan pada janji-janji Allah yang ditemukan dalam Firman-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 13-22            : Apakah yang ingin dijelaskan oleh Paulus mengenai janji Allah kepada Abraham?
  • Ayat 17-21            : Bagaimana perjalanan iman Abraham sehingga ia bisa menjadi bapa orang beriman?
  • Apa yang Paulus ingin jemaat lakukan setelah ia menceritakan tentang iman Abraham?

Abraham dijanjikan menjadi bapa banyak bangsa bukan berdasarkan Taurat, tetapi berdasarkan iman (Ay. 13-22). Tema bagian ini adalah janji Allah kepada Abraham. Kata benda ‘janji’ muncul 4 kali (Ay. 13, 14, 16, 20), sedangkan kata kerjanya muncul sekali (Ay. 14). Ayat 13-22 dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu Janji Abraham diberikan bukan berdasarkan Taurat (Ay. 13-15) melainkan diberikan berdasarkan iman (Ay. 16-22).

Ayat 17b-22 dengan jelas memberikan penekanan pada fakta bahwa Abraham adalah bapa orang beriman. Abraham tetap berharap kepada Tuhan sekalipun tidak ada alasan untuk berharap (Ay. 18). ketidakadaan alasan untuk berharap didasarkan pada keadaan fisik mereka ketika janji untuk menjadi bapa sejumlah besar bangsa diberikan (Ay. 19b). Tubuh Abraham telah lemah, dan masalah yang utama yaitu mengenai kemandulan Sara, isterinya. Abraham juga memiliki kualitas iman yang luar biasa. Ia tidak lemah dalam iman (Ay. 19), ia tidak bimbang oleh ketidakpercayaan (Ay. 20a), ia dikuatkan dalam iman (Ay. 20b).

Paulus meminta jemaat mengingat dan meneladani Abraham dalam mereka berelasi dengan Allah. Relasi yang tidak hanya lahir dari aturan, regulasi, rumusan dogma (Taurat), melainkan dari kebenaran yang berlandaskan iman, sebagaimana iman Abraham yang sekalipun sulit, bahkan mustahil secara akal (bahasa Paulus: ‘tidak ada dasar untuk berharap’ Roma 4:18) namun dengan penuh keberanian ia melangkah dengan berani untuk merespon tawaran perjanjian dengan Allah. 

Refleksi
Renungkanlah: Di mana harapan Anda hari ini? Pada Kemampuan Anda sendiri? pada Pekerjaan Anda? Bangkitkan dan bangunlah harapan Anda hanya pada Yesus saja. Siapa yang berpengharapan di dalam Tuhan dan percaya di dalam Dia, tidak akan pernah kecewa

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa meneladani Abraham yang memiliki relasi yang baik dengan-Mu sehingga saya memiliki keberanian dalam melangkah dan tidak kehilangan harapan karena memiliki Allah sepertimu.

Tindakanku
Saya akan selalu menjaga relasi dengan Tuhan dengan terus meningkatkan doa pribadi, saat teduh dan persekutuan doa saya dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«