suplemenGKI.com
Heart

Heart

Lukas 2:1-7 

Masih Adakah Tempat Bagi-Nya? 

            Peata olahraga bagi bangsa-bangsa Asia Tenggara pada tanggal 11-22 November 2011 di Jakarta dan Palembang baru saja usai. Saya tertarik dengan persiapan panitia Sea Games dalam mempersiapkan tempat penginapan bagi para atlit dan crewnya. Seluruh hotel di kota Palembang yang memenuhi syarat untuk penginapan sangat terbatas dan sebagai solusinya panitia menyewa 2 – 3 kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Tetapi rupanya fasilitas itupun tidak terlalu memadai, sehingga panitia menuai banyak komplein atau keberatan dari para atlit. Buntut dari persiapan yang demikian, lalu Indonesia dicap tidak siap menyelenggarakan acara besar seperti Sea Games. Yang mengagetkan adalah beberapa media cetak luar negeri (Singapura, Malaysia dsb) menulis di head line pemberitaannya bahwa penyelenggaraan Sea Games di Indonesia tahun 2011 adalah yang terburuk sepanjang perhelatan Sea Games.

            Lukas 2:1-7, mengisahkan tentang minimnya persiapan penginapan bagi para tamu yang akan mengikuti sensus penduduk di kota Betlehem. Sebagai dampaknya ada sepasang suami-istri (Yusuf dan Maria) tidak mendapat tempat penginapan. Saat itu Maria yang sedang mengandung bayi Yesus, sudah waktunya untuk melahirkan. Karena keadaan yang mendesak, maka akhirnya Maria melahirkan bayi Yesus di sebuah kandang yang hina dan jauh dari pantas. 

  1. Menurut anda, seberapa pentingkah sensus penduduk bila dibandingkan dengan kelahiran seorang Juruselamat di dunia ini?
  2. Menurut anda persoalan apa yang sedang melanda manusia sehingga sampai tidak bisa membedakan mana yang utama dan yang tidak utama? 

Renungan:

            Kaisar Agustus memerintah pada tahun 29 Sebelum Masehi – 14 Masehi) ia memerintahkan untuk mengadakan pendataan ulang penduduk yang ada di wilayah pemerintahan kekaisaran Romawi. Pendataan itu dipusatkan di kota masing-masing (Yusuf-Maria dari desa Nazaret harus ke kota Betlehem, band ay. 4) ketika itu tibalah waktunya bagi Maria untuk melahirkan bayi Yesus. Di ayat. 7 dikatakan bahwa bayi Yesus dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di dalam palungan. Palungan adalah sebutan untuk wadah untuk makan ternak. Maka sangat kuat asumsinya bahwa Yesus dilahirkan di kandang ternak, yang kebetulan kosong karena waktu itu adalah musim semi sehingga biasanya hewan2 ternak dibawa oleh para gembala menginap di padang rumput.

Semua penduduk dari kota-kota yang ada di sekitar Yudea berduyun-duyun datang ke Betlehem, sehingga menyebabkan semua penginapan penuh dengan tamu. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya mengikuti sensus penduduk bagi mereka. Itu juga yang terjadi dengan Yusuf dan Maria, hanya sayangnya pentingnya mengikuti sensus itu tidak dibarengi dengan pentingnya mempersiapkan diri untuk menjalani persalinan bayi Yesus. Akibat yang terjadi Yesus lahir di kandang ternak.

Pernyataan “tidak ada tempat begi mereka di rumah penginapan” adalah hal yang menarik untuk dipikirkan. Itu artinya semua perhatian, konsenterasi dan energi terfokus pada kepentingan pemerintah, penguasa dan manusia. Kepedulian dan kesenangan semua berfokus pada unsur duniawi, mausiawi dan pemerintah Romawi pada saat itu. Sedikitpun tidak ada yang menyediakan ruang hati untuk kehadiran Tuhan Yesus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ada kekuatiran pada hari ini, sekalipun gereja-gereja dan orang-orang Kristen  merayakan Natal dengan meriah, semarak tetapi sebenarnya fokusnya kepada siapa? Jangan-jangan hanya pada unsur-unsur kesenangan, kenikmatan dan prestise manusiawi. Sehingga kemegahan manusia, harga diri panitia Natal atau gereja yang menyelenggarakan yang menjadi fokus! Pokoknya kepanitiaan Natal saya harus sukses, gereja saya harus meriah, dsb Jika itu yang terjadi, maka secara tidak langsung kita mengulang peristiwa di Betlehem dua ribu tahun yang lalu. Makna Natal yang seharusnya menghayati kasih Kristus yang telah turun ke dunia untuk menyelamatkan kita yang hina ini menjadi bergeser. Coba kita renungkan apa fokus kita merayakan Natal hari ini, apakah kepada Yesus atau kesenangan manusiawi? Masih adakah tempat bagi-Nya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«