suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 12: 18-29

HIDUP YANG BERTANGGUNG JAWAB

PENGANTAR
Di ayat 16 ada suatu peringatan yang disampaikan oleh penulis surat Ibrani tentang Esau yang menukar hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah. Esau dipandang hanya peduli kepada kebutuhan fisiknya semata, sehingga dia bersedia menukar yang terbaik di dalam dirinya, yakni hak kesulungannya demi memenuhi tuntutan perutnya! Maka di ayat 18 dan seterusnya penulis surat Ibrani melanjutkan peringatannya itu dengan kadar yang lebih kental  dari semangkuk sup merah!

PEMAHAMAN
Ayat 18-21: Gambaran apa saja yang dipaparkan penulis saat hukum Taurat diberikan kepada bangsa Israel?

Ayat 22-24 : Lukisan apa saja yang coba dijabarkan penulis tentang Yesus yang menjadi pusat Perjanjian Baru?

 Ayat 25-29 : Peringatan apa saja yang disampaikan penulis berkaitan dengan peran Tuhan Yesus tersebut?

Ayat 18-25 sebenarnya merupakan gambaran singkat saat hukum Taurat diturunkan di gunung Sinai. Demikian dahsyatnya hadirat Allah di gunung tersebut sehingga baik manusia maupun binatang yang menyentuhnya, seketika akan mati! Bahkan suara sangkakala maupun suara-Nya membuat umat Israel tidak tahan mendengarnya, sehingga umat memohon agar Dia berbicara lewat Musa saja!  Namun Musa pun tidak sanggup hingga menyatakan secara terbuka ketakutan & kegentarannya!! Allah menjadi demikian jauh dan tak terhampiri dan semua atribut-Nya sungguh membuat ciut nyali siapapun. Jadi pernyataan “takut akanTuhan” dipenuhi secara nyata di dalam peristiwa ini.

Ayat  22-24 melukiskan secara kontras kehadiran Allah di dalam Yesus Kristus. Allah bukan lagi sebagai Allah yang dahsyat, melainkan Allah yang seolah tidak berdaya di kayu salib! Allah yang mengorbankan diri-Nya agar terjadi pemulihan bagi semua orang yang berdosa, yang mau datang kepada-Nya.

Ayat 25-29 memberikan catatan penting buat siapa saja yang mengabaikan undangan-Nya untuk datang kepada-Nya. Musa yang berkedudukan sebagai penyampai firman Tuhan saja, jika ditolak akibatnya tidak luput dari hukuman. Apalagi kalau ada yang menolak Dia yang adalah Firman Allah yang hidup itu sendiri. Akibatnya sungguh sangat fatal! Karena  Allah kita ternyata adalah api yang menghanguskan (ayat 29) !!!

REFLEKSI
Ambillah waktu sejenak dan biarkanlah momen ini memberi kesempatan yang bening kepada Anda untuk menghadap hadirat-Nya yang kudus.  Biarlah saat ini menjadi saat yang sangat pribadi bagi Anda. Sambut undangan-Nya, berikan tempat yang terbaik bagi Dia.

TEKADKU
ya Tuhan, saya bersyukur karena Engkau Allah yang dahsyat, yang tak terhampiri namun Engkau juga Allah yang penuh kasih yang menghampiri kami.

TINDAKANKU
Aku ingin hidup di dalam kasih karunia-Nya senantiasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«