suplemenGKI.com

DAMAI-NYA DI HIDUPKU

Kolose 1:20-23

 

Pengantar
Jika kita menengok kembali dalam kitab Kejadian, relasi manusia dengan Allah pada mulanya berjalan dengan baik. Namun, hubungan yang berjalan dengan baik itupun menjadi rusak akibat dosa. Sehingga manusia harus menanggung hukuman. Bukan hanya berhenti di situ saja. Relasi manusia dengan sesamanya maupun dengan alam pun ikut rusak. Misalnya: konflik dan pertikaian, kejahatan, rusaknya alam semesta, dan sebagainya. Di tengah pelbagai persoalan yang terjadi, manusia membutuhkan hadirnya kedamaian. Allah tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa karena dosa. Maka Ia mengutus Anak-Nya yang Tunggal, yakni Yesus Kristus yang akan memperdamaikan, sehingga keharmonisan dan persekutuan yang erat dengan Allah dapat kembali.

Pemahaman

  • Ayat 20-22    : Bagaimanakah damai itu hadir di tengah-tengah relasi manusia yang telah rusak akibat dosa?
  • Ayat 23          : Bagaimanakah hidup orang yang telah diperdamaikan oleh darah Kristus?

Di tengah relasi manusia dengan Allah yang rusak akibat dosa, Kristus-lah yang memperdamaikan segala sesuatu, baik yang ada di bumi maupun yang ada di Sorga (ayat 20). Manusia menjadi musuh Allah sejak zaman Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Bahkan dosa itu membuat manusia “jauh” dari Allah dan membuat kita melakukan perbuatan-perbuatan jahat dan kotor yang bersumber dari hati kita (ayat 21). Oleh karena itu, di tengah kerusakan total yang dialami oleh manusia, betapa berharganya darah Kristus.Dengan darah-Nya, kita disucikan dan diperdamaikan. Pendamaian itu sempurna, tidak ada yang kurang, karena dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri. Relasi manusia dengan Allah pun pulih kembali.

Lantas, bagaimanakah seharusnya kehidupan orang-orang yang telah diperdamaikan oleh darah Kristus?  Rasul Paulus mengingatkan kepada kita untuk senantiasa  harus bertekun dalam iman, tetap teguh, dan tidak tergoncang dari pemberitaan Injil (ayat 23). Hal ini turut berlaku ketika kita menghadapi tantangan yang seringkali berupaya untuk melunturkan iman dan pengharapan kepada Allah. Di sisi lain, sebagai orang yang telah mengalami damai sejahtera Kristus, kita pun diharapkan untuk menjaga perdamaian dengan sesama agar nama Tuhan dipermuliakan.

Refleksi
Apakah saat ini saudara sedang berselisih paham atau berseteru dengan sesama? Tindakan apakah yang saudara lakukan: rekonsiliasi atau membiarkan konflik itu terus berlanjut? Jika kita membiarkan konflik itu terus berlanjut, maka artinya kita tidak menghargai anugerah damai yang Tuhan berikan. Damai Kristus telah berdiam dalam hidup kita. Maka sudah seharusnyalah kita turut menjaga perdamaian dengan penuh cinta kasih pada sesama.

Tekad
Ya Tuhan, ampunilah bila selama ini aku sering melukai hati sesama. Bahkan mungkin ada kalanya aku kurang dapat mengampuni orang yang telah melukai hatiku. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera yang Kau berikan, menolongku untuk mewujudkan perdamaian dengan sesama.

Tindakan
Hari ini aku akan mengunjungi seseorang yang sedang berseteru denganku. Aku akan melakukan rekonsiliasi dengannya. Jika rekonsiliasiku ditolak, aku terus berupaya untuk menjalin hubungan baik dan mendoakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*